27.9 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Minat Investasi Aset Kripto? Berikut 13 Pedagang Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id | Jakarta — Minat publik untuk berinvestasi Aset Kripto Exchange membuat pemerintah Indonesia gencar untuk mendata berbagai perusahaan perantara perdagangan aset Kripto Exchange di tanah air, untuk kepastian bahwa perusahaan tersebut tercatat dan legal secara formal di Indonesia serta bisa melakukan aktifitas ekonomi di Indonesia secara sah.

Jika anda memiliki keingintahuan dan minat berinvestasi di Kripto Exchange, bisa mengunjungi situs resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dalam situs tersebut yang di publis pada 24 Juni 2020 tercatat, sudah ada 13 perusahaan yang memperoleh tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto dan bisa menjadi rekanan investasi anda.

Ketiga belas perusahaan itu adalah:

1. PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto),

2. PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit),

3. PT Tiga Inti Utama (Triv),

4. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax),

5. PT Pintu Kemana Saja (Pintu),

6. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex),

7. PT Bursa Kripto Prima (Bicipin),

8. PT Luna Indonesia Ltd (Luno),

9. PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku),

10. PT Indonesia Digital Exchange (Indonesia Digital Exchange),

11. PT Cipta Koin Digital (Koinku),

12. PT Triniti Investama Berkat (Bitocto)

13. PT Plutonext Digital Aset.

Perusahaan perdagangan fisik aset kripto tersebut, telah di anggap mengikuti seluruh rangkaian legal formal izin usaha di Indonesia yang mengacu Peraturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2019, antara lain; perusahaan exchange wajib memiliki modal disetor minimal Rp 25 miliar agar bisa memperoleh tanda daftar dari Bappebti.

Mereka pun harus memenuhi sejumlah syarat lagi, termasuk menambah kecukupan modal menjadi Rp 50 miliar agar mendapat persetujuan sebagai pedagang fisik.

Daftar yang ada pada situs Bappebti menjadi jaminan atas legalitas, keamanan, dan kenyamanan publik yang ingin berinvestasi. Itu berarti jika ada penyedia jasa perantara yang tidak terdaftar di Bappebti maka dianggap ilegal.

Jadi, jika anda tertarik untuk berinvestasi di dunia digital dengan Kripto Exchange, jangan lupa untuk membuka situs resmi Bappebti untuk menjamin legalitas keamanan, kenyamanan, dan ketenangan anda dalam berinvestasi. Selamat berinvestasi!

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...