31.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

2019, Sudah 7,2 juta Mobil Listrik Beroperasi di Dunia

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) semakin membuktikan eksistensinya sebagai kendaraan masa depan. Data terbaru yang disajikan Badan Energi International (IEA) menunjukkan, pada 2019 jumlah mobil listrik yang beroperasi di dunia sudah mencapai 7,2 juta unit.

“Armada kendaraan listrik di dunia bertumbuh signifikan sepanjang dekade terakhir, didukung oleh kebijakan pemerintah dan semakin majunya teknologi,” tulis IEA dalam laporan bulan Juni 2020 berjudul “Global EV Outlook 2020′.

Jumlah terbesar pengoperasian kendaraan listrik dipegang oleh China dengan 3,35 juta unit. Eropa menjadi market kedua terbesar mobil listrik dengan jumlah 1,45 juta unit, diikuti Amerika Serikat dengan jumlah sekitar 1,75 juta unit. Sisanya, 620.000 unit tersebar di sejumlah negara lain di dunia, termasuk Indonesia.

“Penjualan kendaraan listrik selama 2019 mencapai 2,1 juta unit, melampaui penjualan tahun 2018, yang mencatat rekor penjualan dalam setahun,” ulas IEA.

Jumlah tersebut merupakan 2,6% dari angka penjualan kendaraan di dunia pada 2019. Peningkatan jumlah kendaraan listrik yang terjual mencapai 40% (Y-on-Y).

Perkembangan Jumlah kendaraan listrik di dunia. Sumber: Statista/IEA.

IEA juga memaparkan bahwa penggunaan kendaraan listrik meningkat berkat kebijakan di sejumlah kota besar dunia untuk menggunakan kendaraan listrik di sektor transportasi umum, terutama untuk jenis bus. Kota-kota yang menonjol dalam kebijakan ini adalah Santiago (Chile), Shenzhen (China), Kalkuta (India), dan Helsinki (Finlandia). Di luar China, Santiago, Chili merupakan pusat armada bus kota berbasis listrik terbesar di dunia.

Sejak memasuki pasar komersial pada pertengahan dekade ini, penggunaan mobil listrik telah mengalami peningkatan drastis. Pada 2010 baru sekitar 17.000 unit kendaraan listrik yang melaju di jalan-jalan dunia. Tapi, pada 2019 jumlah jenis kendaraan ramah lingkungan ini telah meningkat drastis ke angka 7,2 juta unit. 47% dari jumlah tersebut beroperasi di China. Ada sembilan negara yang telah mengoperasikan lebih dari 100.000 unit mobil listrik. Sementara itu, sekitar 20 negara lainnya telah mencapai market share 1% dari jumlah kendaraan yang beroperasi.

China tidak hanya menjadi market terbesar bagi mobil listrik, tapi juga menjadi produsen terbesar jenis kendaraan ini. Dua produsen otomotif utama mobil listrik di China adalah BYD dan SAIC.

Saat ini pasar di setiap kawasan utama pengoperasian mobil listrik masih dikuasai oleh produsen lokal. Di China, perusahaan otomotif lokal SAIC dan BYD mendominasi pasar domestik. Di Eropa penguasa pasar mobil listrik adalah Volkswagen (VW). Sementara itu, pasar AS dikuasai oleh Tesla.

Berita Terkait

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...