24.9 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Ada Perombakan Komisaris dan Direksi di Tubuh Holding Pupuk Indonesia

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta– Perombakan susunan komisaris dan direksi kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh BUMN produsen pupuk yang tergabung dalam holding Pupuk Indonesia. Perubahan komposisi dilakukan pada enam dari 10 BUMN yang tergabung dalam holding ini.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana menjelaskan perubahan susunan komisaris dan direksi merupakan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pupuk Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

“Perubahan susunan direksi dan komisaris pada anak perusahaan dilakukan dalam rangka langkah percepatan proses transformasi bisnis di Pupuk Indonesia, sehingga dapat menjadi perusahaan agro-solution berkelas dunia,” ungkap Wijaya Laksana dalam rilis Rabu (26/8/2020).

Dia menerangkan, rotasi dan mutasi dalam perubahan susunan direksi adalah hal biasa yang rutin dilakukan oleh Perusahaan. Hal itu bertujuan untuk pengembangan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan inovasi dan produktifitas di anak perusahaan. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian BUMN dan Masterplan Klaster BUMN Pupuk.

“Sekaligus untuk mendukung langkah transformasi bisnis yang tengah berjalan,” kata Wijaya.

Pada 2 Juli 2020, Menteri BUMN sudah mengeluarkan pernyataan akan melakukan perombakan besar-besaran di tubuh holding Pupuk Indonesia. Salah satu alasan yang disebutkan saat itu adalah tugas utama produsen pupuk untuk menyalurkan pupuk kepada petani ternyata tidak tepat sasaran.

Enam perusahaan di bawah PT Pupuk Indonesia (Persero) yang mengalami perombakan struktur adalah PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Mega Eltra. Perusahaan terakhir merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia di bidang logistik dan perdagangan.

Berikut susunan direksi terbaru pada BUMN anggota Holding Pupuk Indonesia:

1. PT Pupuk Kujang
Direktur Utama: Maryadi
Direktur Keuangan & Umum: Yan Satyananda
Direktur Operasional & Produksi: Robert Sarjaka

2. PT Pupuk Sriwidjaja
Direktur Utama: Tri Wahyudi Saleh
Direktur Keuangan & Umum: Saifullah Lasindrang
Direktur Operasional & Produksi: Filius Yuliandi

3. PT Pupuk Iskandar Muda
Direktur Utama: Yanuar Budinorman
Direktur Operasional & Produksi: Jaka Kirwanto
Direktur Keuangan & Umum: Rochan Syamsul

4. PT Petrokimia Gresik
Direktur Utama: Dwi Satryo Annurogo
Direktur Keuangan & Umum: Dwi Ary Purnomo
Direktur Operasional & Produksi: Digna Jatiningsih

5. PT Pupuk Kaltim
Direktur Utama: Rahmad Pribadi
Direktur Operasional & Produksi: Hanggara Patrianta
Direktur Keuangan & Umum: Qomaruzzaman

6. PT Mega Eltra
Direktur Utama: Hilman Taufik
Direktur Keuangan & Operasi: Indrajaya

 

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...