26.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 6, 2021

Baru Seumur Jagung Jadi Kajati, Majelis Rakyat Papua Barat Kecewa Yusuf Pindah

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Maxsi Nelson Ahoren mengaku kecewa atas pindahnya Yusuf sebagai Kajati Papua Barat, pasalnya Surat Keputusan perpindahan itu dinilai mengejutkan berbagai pihak, secara bathin bagi MRPB sosoknya belum dikenal lebih dekat dengan suku-suku besar masyarakat adat Papua Barat lainnya.

“Jadi kami kaget belia pindah, padahal beliau komunikasi baik dengan tokoh adat, Beliau sangat bagus, sudah masuk ke masyarakat adat,” kata Maxsi kepada ProPublik.id, Jakarta, Minggu (30/8/2020).

Dia mengakui meski dirinya telah kenal, namun dia menyesalkan belum bisa membawa Yusuf lebih dekat lagi dengan masyarakat suku besar asli lainnya. Dengan waktu 6 bulan menjabat terlalu cepat.

“Kami belum sempat membawa beliau ke tokoh masyarakat adat besar asli Papua, ini begitu cepat, coba lama sedikit,” ujar dia.

Sosok Yusuf dimata Maxsi dinilai komunikatif dengan masyarakat Bumi Kasuari, maupun masyarakat adat, Bahkan jiwanya santi, tidak seperti pejabat pada umumnya yang kerap menjaga citra dan wibawa.

“Sosok beliau berbeda, pemimpin pejabat seperti ini sangat dibutuhkan di sini, beliau santai nga bawa-bawa wibawa, baik cara mengulas persoalan hukum sangat bagus. Beliau sudah mau pergi, padahal masih ada beberapa suku dan marga yang mau kami kenalkan. Kalau pun ada pengantinya sama seperti beliau, etika sama, santun sama, tapi kami berharap beliau kembali lagi kesini (Kajati Pabar),” ujar dia.

Banyak kalangan menilai selama Yusuf menjabat menjadi Kajati pertama sejak Kantor Kejati PB berdiri awal tahun 2020, Yusuf dinilai cepat beradaptasi dan bersinergi baik dengan masyarakat Papua Barat, dan Forkokpimda Propinsi Papua Barat. Bahkan menjaga ketertiban dan keamanan baik dalam pengamanan fisik maupun non fisik di Bumi Kasuari ini.

Cara Yusuf menurut berbagai pihak tokoh masyarakat maupun tokoh adat, cara pelayanan dan sosialisasi hukum bahkan penegakan hukum dilakukan secara preventif, edukatif dengan mengutamakan kearifan lokak dan adat istiadat Papua Barat, sehingga ketentraman dan ketertiban umum kondusif dan terjaga dengan baik.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Papua Barat H.Ahmad Nausrau berharap Jaksa Agung Burhanuddin mendengar keberpihakan para tokoh masyarakat adat yang masih menginginkan Yusuf menjabat sebagai Kajati Pabar.

Pasalnya kata dia, sejak Yusuf menjabat banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Papua Barat terutama dalam syiar dan dakwah, selain membangun Musholla juga cara pendekatan hukum yang humanis sesuai kearifan lokal, sehingga menarik bagi masyarakat. Bahkan unsur Pemerintah Daerah seperti Gubernur, Walikota, Bupati pun memberikan penghargaan kepada sosok Yusuf.

Apalagi Yusuf sangat mendukung pelaksanaan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat dengan melakukan pendampingan, pengamanan sehingga pembangunan Propinsi Pabar dapat terlaksana dengan baik sesuai regulasi yang barlaku.

Kemudian berkontribusi besar dalam penguatan budaya dan adat istiadat Pabar sehingga Kejaksaan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya didukung oleh Tokoh adat, tokoh masyarakat Pabar, dan menjadikan Kepala Kejati Pabar sebagai panutan dan teladan.

Kalangan tokoh masyarakat pun menyampaikan terima kasih kepada Jaksa Agung yang menempatkan Yusuf sebagai Kajati Pabar pertama, dimana figur Yusuf yang cepat beradaptasi dan menyelesaikan persoalan di Bumi Kasuari ini.

Sebabnya mereka berharap Jaksa Agung memberi kesempatan lagi untuk Yusuf tetap melaksanakan tugas sampai terlaksananya Pilkada serentak di Propinsi Pabar dan terlaksananya pembangunan di Tanah Papua bagian Barat tersebut.

Editor: Al Azhari

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Sandyakalaning Trah Cikeas

Bolehlah sementara Rakyat indonesia lanjutkan mimpi Moeldoko jadi orang nomor satu NKRI pasca pecundangi SBY. Diskursus Politik indonesia unpredictable (tak gampang ditebak) siapa tahu nama Moeldoko mecuat setelah Itu?

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...