27.9 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Berangsur Pulih, Belanja Iklan Mulai Positif Memasuki Kuartal III

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, JAKARTA – Total belanja iklan di Indonesia mulai menunjukkan tren positif di kuartal ketiga setelah mengalami tekanan berat di kuartal kedua akibat dari Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diterapkan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penularan COVID-19.

Menurut data Nielsen, total belanja iklan Januari – Juli 2020 mencapai angka Rp 122 Triliun. Hasil ini didapatkan dari jasa layanan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel).

Memasuki masa “transisi” PSBB kedua di ibu kota Jakarta, para pemilik brand mulai lebih percaya diri untuk kembali beriklan, hal ini terlihat dari meningkatnya belanja iklan di bulan Juli 2020 yang naik 17 persen menjadi Rp 18, 3 Triliun.dibanding Juni 2020.

Televisi Masih Mendominasi

Dalam siaran pers yang dirilis Selasa (25/08/2020), televisi masih mendominasi 72 persen porsi belanja iklan dengan angka lebih dari Rp 88 Triliun. Disusul belanja iklan digital 20 persen dengan total belanja iklan Rp 24, 2 Triliun. Sementara itu total belanja iklan media cetak mencapai lebih dari Rp 9,6 Triliun dan total belanja iklan radio mencapai Rp 604 Miliar.

Dari sisi kategori produk yang beriklan di TV dan Digital di bulan Juli 2020, kategori Layanan Online masih menjadi penyumbang iklan terbesar, dengan total belanja iklan Rp 2,5 Triliun (meningkat 73 persen dibanding Juli 2019).

Disusul oleh kategori perawatan wajah dengan total belanja iklan Rp 1,4 Triliun, meningkat bahkan dua kali lipat dan selanjutnya adalah Perawatan Rambut dengan total belanja iklan Rp 1,1 Triliun (meningkat 51 persen).

Bentuk Iklan Lebih Kreatif

Untuk TV, iklan di segmen jeda iklan (commercial break) bukanlah satu-satunya cara untuk menjangkau konsumen. Ada bentuk iklan lain, yaitu iklan yang terintegrasi di dalam program (seperti running text, digital embed, superimpose, dan lain-lain).

Tipe iklan ini menjadi salah satu pilihan bentuk iklan yang dianggap lebih kreatif dan lebih tidak “disadari” oleh konsumen. Nielsen telah memonitor tipe iklan ini sejak 2017 dan terlihat kategori produk yang berbeda memilih tipe iklan ini. Khususnya di bulan Mei 2020, tipe iklan di dalam program mencapai titik tertinggi, dimana iklan di segmen jeda iklan (commercial break) program mengalami kondisi yang stagnan.

Sedangkan di Media cetak dan Radio, dapat terlihat kategori-kategori produk berbeda yang beriklan dibandingkan dengan TV. Untuk Media Cetak, masih tetap menjadi pilihan tempat beriklan untuk kategori alat kesehatan dan finansial atau asuransi. Sementara Radio memiliki variasi kategori pengiklan yang lebih beragam, mulai dari kategori makanan, minuman hingga kategori obat batuk.

Pemilik merek menyesuaikan gaya komunikasi

Dalam kondisi Pandemi seperti sekarang, menurut perusahaan pengukur dan analisa data konsumen di dunia ini, para pemilik brand dipaksa untuk beradaptasi dan menyesuaikan gaya komunikasi yang ada di dalam iklan. Cara yang dilakukan sangat beragam, ada yang menggunakan animasi sebagai bentuk iklannya, mengusung sisi edukasi (tentang hidup sehat dan bersih) ataupun menunjukkan kontribusi brand kepada masyarakat dengan berdonasi (uang ataupun alat-alat kesehatan).

Bentuk animasi adalah salah satu bentuk yang relevan, melihat kondisi saat ini, dimana segala sesuatunya sangat terbatas, termasuk waktu dan tempat untuk mengadakan shooting secara langsung.

“Beradaptasi dengan situasi pandemi dan masa transisi ini, membuat iklan dalam bentuk animasi menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi keterbatasan dari segi budget dan ruang syuting iklan dengan tetap mengedepankan isu kesehatan dalam pesan yang disampaikan,” kata Hellen Katherina, Executive Director Nielsen Media Indonesia.

“Di samping itu beberapa merek lebih memilih untuk beriklan terintegrasi dalam program untuk mendapatkan jangkauan konsumen yang lebih besar mengingat rating program biasanya lebih tinggi daripada rating di commercial break,” ujarnya.

Informasi belanja iklan diatas diambil dari data Advertising Intelligence (Ad Intel) yang telah memonitor aktivitas periklanan Indonesia sejak tahun 1999. Saat ini, Ad Intel telah memonitor iklan yang mencakup 15 stasiun TV nasional, 102 surat kabar, 46 majalah dan tabloid dan 200 situs.

Radio juga tercakup di dalam layanan ini (104 stasiun radio) dengan cara mengumpulkan log siar iklan dari radio. Angka belanja iklan didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, bonus, promo, harga paket, dll.

 

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...