Berkas 2 Jendral Polri dan Joko Tjandra Sudah Di Jaksa Penuntut, Sidang Segera Digelar

ProPublik.id, Jakarta-Berkas perkara Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjend Pol Prasetijo Utomo serta pengusaha Tommy Sumardi telah ditangan Jaksa Penuntut Umum. Begitu juga berkas tersangka Joko Tjandra dan Andi Irfan Jaya, sehingga tak lama lagi 4 tersangka yang terseret dalam pusaran kasus dugaan suap dari Joko S. Tjandra itu akan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor.

Penyerahan tahap dua pagi tadi, untuk berkas perkara dua Jendral dalam kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice dan surat jalan palsu terpidana Joko Tjandra itu diserahkan penyidik Mabes Polri kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Untuk tersangka Napoleon, Prasetijo dan Tommy diserahkan ke Kejari Jaksel, sedangkan tahap dua tersangka Joko Tjandra diserahkan Jaksa Penyidik Kejagung ke Kejari Jakarta Pusat.

Kepala Kejari Jaksel Anang Supriatna mengatakan pelimpahan 3 tersangka sesuai tempat kejadian perkara terjadi di Jaksel, sehingga menjadi kewenangan jaksa diwilayah hukumnya.

“Berdasarkan administrasi sesuai locus dan tempus delicti (tempat dan waktu kejadian) di Jaksel sehingga jadi kewenangan kami,” ucap Anang di kantornya, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Ketiga tersangka dijebloskan ke penjara, untuk dua jendral tetap di tahan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri, sementara tersangka Tommy ditahan di Rutan Salemba cabang Kejari Jaksel.

“Sementara tersangka JST dilimpahkan ke Kejari Jakpus karena ada perkara lain,” ungkapnya.

Jaksa Penuntut diberi waktu 14 hari kerja untuk menyerahkan para tersangka ke Pengadilan Tipikor Jakpus untuk menjelaskan perkara yang telah disusun jaksa dalam dakwaannya.

“Ada waktu 14 hari untuk jaksa penuntut membuat dakwaan dan menyerahkan tersangka ke pengadilan,” ujarnya.

Terpisah, bersamaan itu juga dilakukan pelimpahan berkas perkara Joko Tjandra terkait dugaan pemberian suap proyek kepengurusan Fatwa di Mahkamah Agung yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Baca Juga :  Hakim Peringatkan Pengacara Untuk Hadirkan Djoko Tjandra

Berkas Perkara Joko Tjandra yang ditangani oleh Jaksa gedung bundar bersamaan berkasnya tersangka Andi Irfan Jaya dilimpahkan ke Jaksa penuntut pada Kejari Jakpus.

Tersangka Andi Irfan diduga orang yang telah membantu Pinangki, selaku Jaksa pada Kejaksaan Agung. Diduga Andi Irfan dan Pinangki melakukan permufakatan jahat menerima hadiah atau janji berupa uang sekitar USD. 500 Ribu Dollar Amerika dari tersangka Joko Tjandra yang merupakan buronan Terpidana Perkara Korupsi Cessie Bank Bali untuk kepentingan Pengurusan Fatwa MA tersebut.

Rencannya Jaksa Penuntut akan mengabungkan kedua perkara dalam satu dakwaan sesuai Pasal 141 KUHAp yang isinya berbunyi : ‘Penuntut umum dapat melakukan penggabungan perkara dan membuatnya dalam satu surat dakwaan, apabila pada waktu yang sama atau hampir bersamaan menerima beberapa berkas perkara…’

Nantinya berkas para tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakpus. Sementara Jaksa Pinangki sendiri telah duduk dikursi pesakitan dan tengah menjalani persidangan.

Penyidik Bareskrim Polri menetepkan dua jendral itu dengan dugaan menerima suap yang disangka Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto 55 KUHP.

Sedangkan Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya disangka Pasal 5 Ayat 1, Pasal 13 Undang-Undang 20 Tahun 2020 tentang Tipikor juncto Pasal 55 KUHP.

Editor: Muhammad Al Azhari

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa komentarmu?