33.2 C
Jakarta
Minggu, Februari 28, 2021

BPOM Ingatkan UMKM Pentingnya Sertifikat Halal

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jawa Barat-Produk UMKM bersertifikat halal memiliki nilai tambah dan banyak keuntungannya untuk memperluas pasar sehingga bisa masuk ke pasar – pasar modern seperti hypermarket dan swalayan.

Demikian hal itu diungkapkan Muti Arintawati, Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Keuntungan sertifikat halal bagi UMKM sebagai nilai tambah untuk memperluas pasar,” kata Muti di Bogor Jawa Barat, Selasa (11/8/2020).

Sertifikat halal juga kata Muti, sudah menjadi persyaratan untuk masuk ke ekspor, terutama ke negara-negara muslim.

“Jika UMKM memproduksi bahan untuk pabrik, maka untuk masuk pabrik yang bersertifikat halal persyaratan utamanya adalah sertifikat halal,” ungkap Muti.

Meski sertifikat halal dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, namun banyak pengusaha UMKM belum memiliki pemahaman itu. Ditegaskan Muti,  kesadaran untuk melakukan sertifikasi halal masih rendah.

“Karena umumnya jika pelaku usaha muslim maka sudah yakin produknya halal. Kesadaran biasanya muncul kalau ada tuntutan dari konsumen misalnya ketika akan memasok toko besar yang mempersyaratkan sertifikat halal, atau ada kesempatan ekspor yang mempersyaratkan sertifikat halal,” jelasnya.

Menurut Muti, untuk mengurus sertifikasi halal tidak rumit. Seperti apa alur dan syaratnya?

Penjelasan ini akan dibahas Muti pada Webinar Nasional “Tingkatkan Untung dan Nilai Jual Produk UMKM dengan Sertifikat Halal” yang diselenggarakan Ummat TV bekerjasama dengan LPPOM MUI. Webinar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 13.00-15.30 WIB.

Selain Muti, hadir beberapa narasumber seperti KH. Cholil Nafis (Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat) dengan membahas tema: Halal Is My Life. Afif Ridwan (Ketua UMKM Bidang Makanan dan Minuman Kota Bekasi) dengan membahas tema: Sertifikat Halal Instrumen Penting Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM. Selain itu, produsen es krim Joyday akan berbagi info soal bisnis es krim halal di tengah pandemik.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...