30.6 C
Jakarta
Selasa, Maret 2, 2021

Dampak Jiwasraya, Nasabah WanaArtha Mengadu Ke DPR

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Forum Nasabah WanaArtha (Forsawa) menyambangi Komisi XI DPR, terkait dana investasi yang terblokir di perusahaan WanaArtha Life pada Januari 2020 dan berlanjut dengan penyitaan pada April 2020 oleh Jaksa penyidik Pidana Khusus Kejagung, terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya.

Ketua Forsawa, Parulian Sipahutar mengatakan para nasabah atau pemegang polis WanaArtha Life mengalami dampak yang sangat buruk bagi kehidupan mereka, pasalnya dana mereka berupa polis asuransi yang sudah jatuh tempo tidak dapat dicairkan.

“Begitu pula dengan manfaat tunai yang seharusnya diterima setiap bulan menjadi tidak lancar,” keluh nasabah yang disampaikan Parulian di Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

[irp posts=”1784″ name=”Efek Jiwasraya Hakim Gugurkan Gugatan Praperadilan WanaArtha Soal Penyitaan Rekening, Nasabah Kecewa”]

Sebabnya mereka tengah berjuang secara militan sesuai aturan formil, agar mendapatkan kembali hak-hak nasabah. Meski sebelumnya sidang gugatan praperadilan yang diajukan oleh WanaArtha Life terkait tidak sahnya penyitaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung menjadi sirna karena sidang praperadilan tersebut dinyatakan gugur oleh Hakim tunggal Merry Taat Anggarasih, pada 23 Juni 2020.

Dengan putusan itu, kata Parulian, para nasabah pun mengadukan nasibnya ke wakil rakyat yang ada di senayan, pada Rabu, 25 Juni 2020. Diwakili 5 orang pengurus dan anggota Forsawa, mereka diterima Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi dan Anggota Komisi XI Puteri Komaruddin.

“Dalam pertemuan itu, berlangsung selama kurang-lebih satu jam, kami menyampaikan terima kasih atas undangan Komisi XI DPR RI dan telah menerima kami. Aspirasi sudah kami sampaikan, kepara Bapak Wakil Rakyat itu,” pinta Parulian.

Dengan pertemuan itu, pihaknya berharap bisa segera diadakan Rapat Dengar Pendapat antara Komisi XI DPR RI dengan memanggil OJK selaku lembaga otoritas negara dalam bidang keuangan, selaku pengawas IKBN dan Pasar Modal.

“Kan perusahaan WanaArtha Life masih berada di bawah pengawasan OJK. Kami berharap OJK bisa mengawal proses pengembalian dana nasabah WanaArtha Life yang sudah 4 bulan tertunda,” ujarnya.

Dengan keluhan nasabah itu, Forsawa mengapresiasi anggota dewan tersebut yang memberikan tanggapan positif, anggota Komisi XI DPR RI pun berjanji akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat dan ingin membantu kemelut nasabah WanaArtha Life dan menyelamatkan dana nasabah.

“Selain itu, mereka juga akan menegur WanaArtha Life yang mengabaikan hak-hak nasabah melalui OJK dan tidak boleh terganggu dengan proses hukum yang sedang berlangsung,” ucap Parulian.

Parulian berharap ada keadilan, pasalnya posisi mereka sebagai nasabah atau pemegang polis tidak ada kaitannya dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) Asuransi Jiwasraya. Untuk itu, salah satu langkah mengadukan ke DPR, agar dapat ditindak lanjuti.

“Doakan kami para pengurus dan orang-orang yang ditunjuk secara khusus untuk menjalankan misi Forsawa. Segala hal yang sulit dapat dikerjakan dengan mudah bila ada kesatuan dan kecepatan bertindak dengan mengukur dampak positif yang besar namun dengan risiko yang kecil”, sambungnya.

Adapun salah satu anak nasabah yang mencurahkan kekalutannya ketika dana simpanan orang tuanya tak kunjung cair, dengan menceritakan ke para nasabah lainnya melalui grup Whatsapp di forum tersebut, bahwa Bapaknya yang sudah lanjut usia, kini duduk di kursi roda, menceritakan akan permasalahan, dampak dari tertundanya pencairan dana investasi yang disimpan Bapaknya tersebut.

“Papa, saya bekerja selama 40 tahun, mengangkat barang keluar masuk pasar tradisional. Duit dikumpulin untuk beli property, lalu kita jual. Duitnya ditaruh di bank, lalu dipindahkan ke WanaArtha. Dan, sekarang beliau sakit, tidak memproduksi darah merah. Setiap minggu atau bulan harus tambah darah. Setelah tambah darah pun, tangan pada bengkak, harus minum obat lagi. Saya sudah usaha pinjam duit sana-sini. Masa saya mau ambil duit kita sendiri kok susahnya begini,” keluhnya.

Sebelumnya usai menerima perwakilan nasabah WartaArtha, Fathan Subchi menyampaikan Komisi XI mendukung langkah Kejaksaan Agung dalam mengungkapkan kasus Jiwasraya, namun DPR berharap Kejaksaan mempertimbangkan nasib nasabah.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Komisi III sebagai mitra langsung dari Kejagung. Dari koordinasi itu kami berharap mengetahui gambaran kasus sehingga kita tahu relevansi pemblokiran dana nasabah WanaArtha,” katanya, sembari mengatakan dengan harapan proses pemblokiran rekening WanaArtha bisa segera dibuka dalam waktu dekat.

“Kami akan selalu mendukung setiap upaya para nasabah WanaArtha dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Kami tidak ingin pemblokiran rekening WanaArtha akan memberikan preseden buruk bagi bisnis asuransi di masa mendatang,” tandasnya.

Editor: Iman More

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...