1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Dana PEN Rp 124 T, UMKM Bali Diajak Bangkit Meski Covid-19

Must read

Propublik.id, Bali-Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana mengatakan ancaman Gering Agung Covid-19 belum juga berakhir kehidupan ekonomi pun masih sangat sulit, sebabnya dia memotivasi warga Bali untuk kembali bangkit, sesuai pesan Presiden Joko Widodo.

“Saat ini kita sedang menghadapi situasi yang sangat berat. Ancaman Gering Agung Covid-19 belum juga berakhir kehidupan ekonomi pun masih sangat sulit,” kata Dwipayana dalam sambutan pada diskusi bertema ‘Bali Bangkit, Indonesia Bangkit’, di Puri Kauhan Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (26/7/2020).

Ari Dwipayana, yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI pun menyatakan semua mampu melewati tantangan yang berat ini. Segera bangkit dengan semangat baru, dengan spirit baru menjadi Bali yang lebih kuat dan Bali yang lebih baik.

Seperti yang diupayakan Presiden Jokowi, telah memberikan perhatian yang luar biasa kepada Bali, memberikan dukungan agar Bali segera pulih dari pandemi Covid-19. Hal itu kata Dwipayana, terlihat dari pesan dan harapan para Menko, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Pesannya hanya satu, Ayo Bali Bangkit!” tukas tokoh Puri Kauhan, Anak Agung Ari Dwipayana itu.

Ditempat yang sama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ingin melihat langsung efektivitas Koperasi dan UMKM di Bali, sampai saat ini bantuan dari pemerintah pusat untuk koperasi dan UMKM seluruh Indonesia terus bergulir.

“Pemerintah sekarang sedang mendorong percepatan pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ada alokasi Rp124 triliun yang diperuntukkan untuk UMKM untuk program relaksasi pinjaman subsidi bunga kredit dan subsidi pajak,” jelasnya.

Dijelaskan Teten, untuk memberikan modal kerja baru yang lebih murah, supaya bisa dimanfaatkan, sebaiknya untuk koperasi yang mengalami kesulitan pembiayaan karena anggotanya mengalami kesulitan membayar cicilan.

“Silahkan mengajukan modal kerja murah lewat LPDB,” jelasnya.

Sementara untuk meningkatkan penjualan produk – produk UMKM. Pihaknya bersama LKPP sedang menyusun e-catalog produk UMKM supaya produk UMKM bisa segera diserap oleh belanja pemerintah dan lembaga termasuk pemerintah daerah ada alokasi Rp318 triliun.

“Tahun ini yang bisa dibelanjakan untuk produk UMKM. Jadi silahkan produk – produk anda kirim kepada kami bisa kami kurasi dan kami masukan di e-catalog LKPP,” terangnya.

Ia juga mendorong produk buatan Indonesia, apalagi sekarang ini sedang mengkampanyekan produk UMKM agar semakin banyak produk UMKM yang dikomsumsi oleh masyarakat sehingga ekonomi UMKM bergerak kembali.

Editor: Telly Nathalial

More articles

Latest article