26.5 C
Jakarta
Jumat, Januari 22, 2021

Dapatkah Pelaku Usaha di Indonesia Bertahan Selama Pandemi? Ini Analisa Danareksa Research Institute

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta – Danareksa Research Institute, divisi riset BUMN PT Danareksa merilis analisa lengkap tentang perekonomian Indonesia dengan judul laporan “Adaptasi untuk Bangkit Kembali” yang difokuskan kepada upaya pelaku usaha untuk bertahan dan beradaptasi selama pandemi Covid-19.

Dalam laporan rutin bernama DRI’s Pulse Check edisi Oktober, Danareksa Research mengutip survey Badan Pusat Statistik terhadap pelaku usaha dari berbagai sektor, yang menunjukan bahwa sebesar 27 persen pelaku usaha telah mulai memaksimalkan pemanfaatan internet dan TI untuk pemasaran, sedangkan 15 persen mendiversifikasikan usahanya, dan 5 persen beralih ke sektor yang berbeda.

[irp posts=”11659″ name=”Survey DBS: Indonesia Tersiap Ketiga di Asia Tenggara dalam Pemanfaatan Digitalisasi di Dunia Bisnis”]

“DRI juga mengemukakan bahwa pertumbuhan kredit kembali melambat di Agustus 2020 karena: 1) lemahnya permintaan kredit baru, 2) peningkatan prinsip kehati-hatian bank yang sejalan dengan peningkatan risiko kredit. Sementara itu, penerbitan obligasi korporasi meningkat tajam di kuartal 3-2020 meskipun masih terbatas pada high grade corporation.”

Yang cukup mengejutkan, dalam analisanya tentang ekonomi Indonesia, di tengah pertumbuhan ekonomi yang melemah, sektor consumer diperkirakan akan bertahan dan tumbuh 9,8 persen lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya.

“Hal ini sejalan dengan adanya bantuan pemerintah sebesar Rp 204 triliun yang telah terealisasi lebih dari 60 persen hingga September 2020,” kata DRI dalam laporannya.

Omnibus Law Dikupas

Selain itu, laporan tersebut juga membahas UU Omnibus Law yang memberikan dampak pada hampir semua sektor terutama untuk meningkatkan lapangan kerja dan pengembangan UMKM.

Dalam laporan lengkapnya, DRI menyajikan hasil diskusi CFO Club dari berbagai sektor, seperti otomotif, chemical, energi, layanan bisnis dan asuransimengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap berbagai bidang usaha di Indonesia.

Untuk mendownload laporan lengkap dapat diunduh dari link ini.

 

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Mengharukan…Wakapolres Subang Bangun Rumah Tidak Layak Huni Milik Kopka Hamim

Subang – Kopka Hamim Mulyono salah satu Anggota Koramil Purwadadi yang baik dalam penugasan, namun disatu sisi kehidupan pribadinya cukup memprihatinkan, dimana yang bersangkutan...

Kades Tanjung Siang Subang Dukung Komjen Listyo Jadi Kapolri

SUBANG //- Pencalonan Kepala Bareskrim (Kabareskrim Polri) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Subang. Masyarakat Kabupaten Subang...