1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Derita Sampari, Pengidap Hidrosefalus di Manokwari Butuh Uluran Tangan

Must read

ProPublik.id, Papua Barat-Sudah menginjak usia 18 Tahun, Sampari Yembise harus menahan sakit dan belasan tahun harus terbaring ditempat tidur dengan kondisi kepala membesar, dirumahnya yang sederhana di Jalan Arowi 1, Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kisah sedih yang diamali keluarga pasangan Johan Yambise (59) dan Sarce Urbasa (52) itu baru diketahui pada saat usia Sampari berusia dua bulan.

Tak pelak, remaja yang menginjak dewasa lahir pada 11 Februari 2002 silam itu pun tak pernah menikmati masa kecilnya untuk bermain bersama-sama generasinya saat itu.

Bahkan, dampak penyakit Hidrosefalus atau Pembengkakan pada kepala dampak penimbunan cairan di bagian kepala yang dirasakan Sampari kini telah menjalar, penglihatannya pun terganggu akibat katarak.

Sampari Yembise hanya bisa terbaring lemas, dengan kondisi kepala membesar. Foto:ist

Mendengar kisah pilu ini, Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay, Papua Barat, memohon uluran tangan dari semua pihak untuk sekiranya dapat berbagi kasih meringankan pengobatan Sampari.

“Atasnama masyarakat Adat Papua diwilayah III Doberay/Papua Barat, kami memohon uluran tangan dari semua pihak agar dapat membantu pembiayaan anak terkasih,” ucap Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Doberay Wilayah III Paul Finsen Mayor kepada ProPublik.id, Sabtu (15/8/2020).

Perjalanan hidup Sampari tak seperti anak-anak pada umumnya, karena keterbatasan untuk biaya pengobatan, Sampari pun hanya bisa diam dan menangis menahan sakit. Ayahnya yang pensiunan Guru SD itu pun hanya bisa mengelus-gelus kepalanya dengan perawatan dari sang ibunya Sarce.

“Ayah dari anak ini adalah mantan guru SD dengan pembiayaan yang begitu besar, kami menghimbau sekiranya ada pihak dapat membantu anak terkasih kita,” ucap Paul Mayor.

Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay, Papua Barat

Untuk menjalankan misi kemanusiaan itu, Sampari kini didampingi oleh Komunitas Peduli Kasih yang diketuai oleh Benoni Rahaor dan Sekretaris Maria Yasintha Bupu dengan harapan para pemangku kepentingan dan dermawan di Bumi Kasuari, Tanah Papua tergerak hatinya.

“Besar harapan kami agar Bapak Gubernur Papua Barat, Bapak Bupati dan pemangku kepentingan diatas Tanah ini, bisa membantu meringankan biaya Pengobatan Anak terkasih ,” pinta Paul Mayor.

Dia menjelaskan adapun nomor penghubung ke nomor +62 81280954531 atas nama Ketua Adat Paul Mayor. Lanjut dia, DAP Wilayah III Doberay merupakan Rumah Besar Masyarakat Adat Papua di wilayah III Doberay, Papua Barat, rumah ini berdiri dan bersuara untuk warga, sesuai slogannya, ” Selamatkan Manusia, Tanah dan SDA Papua”.

Editor: Edward Panggabean

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article