25.3 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Diaspora Indonesia Apresiasi Program BKKBN

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id | Jakarta — Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) memberikan penghargaan kepada Prof Dr. Haryono Suyono pada momen Seminar 75 Tahun Indonesia Merdeka: Kontribusi DIaspora Indonesia Dalam Konteks Kesehatan Global. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilannya dalam membentuk dan mengembangkan Posyandu di Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Webinar yang dibuka oleh Menteri Riset Indonesia Prof. Dr. Bambang Brojonegoro dan sambutan oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C), dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K). Bambang Brodjonegoro dalam video sambutanya berharap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh I-4 akan berdampak pada percepatan internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Melahirkan semangat membangun ilmu pengetahuan. “Kami berharap program-program seperti ini akan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan dengan diarahkan untuk memperkuat kerjasama sekaligus membuka kerjasama yang baru antara ilmu dengan ilmuwan”. ujar Bambang. Target kolaborasi ilmu pengetahuan diharapkan dapat memiliki daya saing yang bisa bersaing dan membawa Indonesia ke kancah internasional.

Pada kesempatan yang sama, mantan Kepala BKKBN Prof Haryono Suyono menyampaikan sejarah singkat perkembangan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana di masanya.  Program KB pada tahun 1970 melalui pendekatan medis dengan fasilitas klinik di semua wilayah. Bersamaan dengan itu dikembangkan pendekatan kemasyarakatan yang dibarengi dengan partisipasi perguruan tinggi dan masyarakat luas. Pengembangan yang berhasil dalam pendekatan kemasyarakatan dilanjutkan dalam lima tahun kedua dengan kegiatan operasional yang seimbang antara pendekatan klinis dan pendekatan kemasyarakatan. Pada awal tahun ketiga dari garapan lima tahunan, makin diyakini bahwa pendekatan kemasyarakatan bersama semua komponen pembangunan bangsa adalah pilihan yang tepat.

Mulai tahun 1983 program KB berfokus pada pendekatan kemasyarakatan, dengan dibentuk Pusat Pelayanan Terpadu di tingkat desa dengan nama Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pada pelaksanaannya dilaksanakan oleh aparat BKKBN dan Departemen Kesehatan dibantu ibu-ibu PKK di desa. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah sampai level terbawah. Waktu itu kegiatan posyandu didampingi oleh penyuluh lapangan KB dan para bidan desa.

Program KB melalui kegiatan Posyandu semakin meluas dan menampakan hasil yang positif. Keberhasilan berdampak positif, Indonesia banyak didatangi tamu berbagai negara untuk belajar. Inovasi pendekatan kemasyarakatan membawa Indonesia ke kancah dunia. Tahun 1989 Indonesia mendapatkan Penghargaan UN Population Awards dari PBB yang diserahkan langsung oleh Sekjen PBB di Markas PBB di New York kepada Presiden RI saat itu HM Soeharto. “Saya berharap program Bangga Kencana dapat memberi dukungan yang kuat menuju Indonesia Emas tahun 2045, maka Program BKKBN perlu pertama-tama diarahkan lebih tajam kepada usaha meningkatkan mutu sumber daya manusia”, harap Haryono.

Setali tiga uang, Kepala BKKBN Dr. (H.C), dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) menyatakan mempertahankan usia harapan hidup melalui perbaikan tingkat kesehatan penduduk terus diupayakan BKKBN. Sebagaimana yang diharapkan Presiden Jokowi untuk meningkatkan “Indeks Mutu Manusia (IPM)”, mempertahankan usia harapan hidup melalui perbaikan tingkat kesehatan penduduk agar angka kematian bayi dan anak, ibu hamil dan remaja terus diturunkan. Adanya jaminan bagi usia penduduk usia sekolah untuk mendapatkan kesempatan belajar sampai tingkat setinggi-tingginya. Memastikan setiap penduduk muda usia kerja dapat memiliki kerja yang menghasilkan pendapatan untuk persiapan rumah tangga dan jaminan hidupnya.

Selain itu para lansia produktif perlu tetap mendapat kesempatan kerja agar tidak mempengaruhi “dependency rasio” penduduk muda yang jumlahnya besar. Dibutuhkan strategi di sepuluh tahun pertama untuk disempurnakan program pada bagian akhir menjelang tahun 2045, di mana kita berada era 5.0 yang serba cepat dan perlu efisiensi yang sangat tinggi.

Kepala BKKBN kagum atas keberhasilan program Bangga Kencana di saat kepemimpinan Prof Haryono. Program disesuaikan dengan hal-hal baru, nilai-nilai, situasi dan kondisi saat ini. “Kita meneruskan apa yang sudah di warisi pendahulu kita. Kita teruskan nilai-nilai yang memiliki prestasi baik. Karena ekosistem yang ada sekarang sudah berbeda kita harus menentukan hal-hal baru untuk mempertahankan prestasi bangsa kita di mata dunia”, tambah Hasto dalam sambutannya.

Untuk diketahui perkumpulan

Perkumpulan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) diketuai oleh Dr. Mohammad Aziz yang mengajar di Universitas Tokyo Jepang. Keanggotaan diaspora ini telah mencapai lebih dari 1200 orang dan bekerja atau melakukan tugas di berbagai negara bekerja sebagai tenaga dosen, riset atau dalam jabatan lain di perguruan tinggi di mancanegara.

Editor: Dwi Christianto

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...