-0.3 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Diduga Peras Jaksa, Poldasu Tangkap Oknum Wartawan Medan

Must read

ProPublik.id, Sumatera Utara-Seorang oknum wartawan media online berinisial MTFS ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) karena diduga melakukan pemerasan terhadap Yosgernold Tarigan melalui pesan elektronik Whatsapp pada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kabid Humas Polda Sumut melalui Kasubid Penmas AKBP MP Nainggolan menjelaskan, MTFS diamankan terkait tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau menstransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan dan atau pengancaman.

“Sebagai mana dimaksud dalam pasal 27 ayat 4 jo pasal 45 ayat 4 subsider Pasal 29 jo pasal 45 b UU no 19 tahun 2016 ttg perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang ITE,” ucap Nainggolan dalam pers rilis, Medan, Sumur, Senin (24/8/2020).

Dugaan pemerasan melalui pesan Whatsaap oleh MTFS itu ditujukan ke korban Yosgernold yang terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2020 sekira pukul 23.30 WIB di Jalan Tanah Lapang No 1 Kelurahan Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut.

“(Atas laporan itu) tersangka ditangkap dari kediamannya Jalan Abadi Comolek Abadi Palace No b 28, Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Kamis, 20 Agustus 2020, sikira pukul 21.30.WIB,” ucapnya.

Saat penangkapan, tim Ditreskrimsus  Poldasu juga mengamankan barang bukti berupa, satu buah handphone (HP) merek Nokia, satu buah Hp merek Xiaomi red mi not 8, satu lembar ATM Mandiri, dan satu Lembar KTP.

Informasi yang diperoleh, FS ditangkap, terkait laporan pengaduan Yosgernold yang notabene seorang jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terkait dugaan tindak pidana pemerasan yang dikirimkan pelaku melalui pesan WhatsApp (WA).

Pesan WhatsApp MTFS kepada korban, diawali dengan mengirim link berita aksi unjuk rasa yang terjadi di Kejari Tapsel. Kemudian di WA itu ada teks bernuansa ancaman dengan membawa-bawa nama Jaksa Agung. Lalu, di WA itu juga MTFS diduga meminta sejumlah uang kepada korban agar kasus aman.

Membaca isi pesan WA itu, korban pun merasa geram, tak pelak MTFS dilaporkan kepada pihak Kepolisian setempat. Kini, MTFS yang telah berstatus tersangka harus mendekam dibalik jeruji sel untuk pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Ditreskrimsus Poldasu.

Editor: Edward Panggabean

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article