25.3 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Duri dalam Daging Saham Swasta di Holding BUMN Migas Pertamina

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Perusahaan Gas Negara (PGN) yang berbentuk badan hukum Perusahaan Terbatas (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sahamnya telah dipecah (stock split) dan diperjualbelikan di pasar bursa dengan melakukan penjualan saham perdana pada 5 Desember 2003.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Januari 2018,  porsi kepemilikan negara Republik Indonesia di emiten berkode PGAS itu adalah sejumlah 13,8 Miliar lembar saham atau setara 56,9%.

Saham-saham ini sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 25 Januari 2018 telah dialihkan ke Pertamina sebagai holding BUMN Minyak dan Gas bumi (Migas). Artinya, pemerintah dalam hal ini mengalihkan seluruh saham seri B milik negara di PGN menjadi setoran modal pada BUMN PT Pertamina. Dengan pengalihan saham tersebut, Pertamina resmi menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan induk BUMN Migas yang membawahi PGN, dan PT Pertagas anak usaha Pertamina kepemilikannya dialihkan ke PGN.

Status Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sejak saat itu resmi melebur ke Holding BUMN Migas. Berdasar keputusan para pemegang saham, maka telah disetujui pula perubahan anggaran dasar perusahaan, sehingga PGN tidak punya status Persero lagi (dihadiri 77,8% investor). Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana dengan posisi porsi saham swasta yang masih ada di PGN atas keputusan-keputusan strategis soal industri gas di masa depan?

Pengalaman Archandra Tahar selama bekerja di perusahaan migas asing USA telah ditunjukkan saat menjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendampingi Ignasius Jonan, walau hampir tanpa prestasi. Pengembalian blok-blok migas besar seperti Mahakam dan Rokan pun kalau tanpa desakan kuat publik pun belum tentu akan kembali ke tangan Pertamina dan itupun dibayar dengan signature bonus lebih dari US$ 780 juta.

Sejak 21 Januari 2020, Archandra Tahar disahkan sebagai Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sub holding dari Pertamina sebagai BUMN Holding Migas melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Publik tentu perlu bukti pengalaman Archandra Tahar dalam mengatasi ketidakefisienan industri hulu migas nasional, terutama gas bumi yang terjadi sejak dulu.

Pemerintah telah menetapkan harga gas untuk industri US$6 per MMBTU, akankah harga gas industri yang dipatok ini masih memungkinkan PGN bertahan dan memperoleh laba. Lalu bagaimana dengan harga serta tata kelola gas untuk rumah tangga dan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), seperti apa skemanya, subsidi dan non subsidinya?

Tantangan industri migas nasional 5-25 Tahun ke depan tidak hanya soal efisiensi yang saat ini dilakukan, tetapi bagaimana PGN sebagai sub holding mampu menjadikan Pertamina sebagai perusahaan berkinerja terbaik dari hulu ke hilir industrinya ditengah persaingan industri migas global. Dan, yang utama adalah mengembalikan kepemilikan PGN 100 persen menjadi milik negara, setelah sebagian sahamnya dipecah melalui IPO di pasar bursa. Jangan sampai justru Pertamina sebagai BUMN Holding Migas yang akan menyusul diajukan penawaran IPO nya ke pasar bursa dari indikasi rencana IPO yang telah disusun Erick Tohir atas beberapa sub holding Pertamina lainnya. (Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi)

Berita Terkait

Berita Terkini

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...

SRW Segera Luncurkan Profesi.io, Platform Manajemen SDM Berbasis Kecerdasan Buatan

SRW&Co., perusahaan jasa konsultan manajemen SDM akan segera meluncurkan sebuah platform manajemen SDM berbasis kecerdasan buatan bernama Profesi.io.