31.4 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Eks Kepala BPN Denpasar Bunuh Diri, Ini Kronologis Lengkap Kejagung

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Jaksa Agung Burhanuddin perintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI untuk melakukan klarifikasi atau pemeriksaan terhadap jaksa penyidik yang menangani perkara dugaan korupsi bekas Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar, Bali, dengan tersangka Tri Nugraha. Menyusul tewasnya Tri diduga bunuh diri dengan senjata api di toilet kantor Kejati Bali, pada Senin 31 Agustus 2020.

“Pemeriksaan pihak-pihak terkait itu untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran SOP atau tidak yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejati dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menangani perkara sehingga terjadi peristiwa (Bujuh diri) tersebut,” ungkap Kapuspenkum Hari Setiyono, dalam rilisnya, Jakarta. Selasa (1/8/2020).

Hari membeberkan kronologis terjadinya insiden tersebut, awalnya pada Senin, 31 Agustus 2020 tersangka Tri Nugraha, memenuhi panggilan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejati Bali untuk dimintai keterangan sebagai tersangka dalam perkara tersebut diatas.

“Kemudian sekira pukul 10.00 Wita Tersangka Tri Nugraha, datang bersama Penasihat Hukumnya ke Kantor Kejati Bali dan diterima oleh Jaksa Penyidik Anang Suhartono beserta Tim Penyidik dan kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Tersangka,” ucapnya.

Lalu, setelah pemeriksaan tersangka selesai, berdasarkan pendapat Tim Jaksa Penyidik terhadap tersangka disarankan dilakukan penahanan rumah tahanan Negara (Rutan) demi kelancaran dan efektifitas pemeriksaan dengan mempertimbangkan semua syarat baik obyektif maupun subyektif.

“Sekitar pukul 12.00 Wita tersangka meminta izin kepada Penyidik untuk sholat dan setelah diizinkan Penyidik, ternyata ditunggu cukup lama dan Tersangka tidak kunjung datang kembali ke Kantor Kejati,” ujarnya.

Tak pelak, kata Hari, Jaksa penyidik pun melakukan pencarian ke mushola terdekat, namun Tri tidak ditemukan. Jaksa Penyidik pun melakukan konsolidasi dan sepakat untuk dilakukan penangkapan dengan menyiapkan surat perintah penangkapan.

“Selanjutnya sekira pukul 16.00 Wita Tersangka Tri Nugraha, ditemukan dirumahnya dan kemudian oleh Tim Penyidik dibawa lagi ke Kantor Kejati Bali guna dilakukan penahanan Rutan,” papar dia.

Kemudian, setelah tiba di Kantor Kejati Bali tim Penyidik langsung melakukan penahanan Rutan dengan mengikuti protocol covid-19, dimana sebelum dibawa ke Rutan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, terhadap Tersangka Tri Nugraha, terlebih dahulu dilakukan Rapid Tes dan hasilnya non reaktif.

“Selain dilakukan pemeriksaan rapid tes, terhadap tersangka Tri Nugraha, juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter, sehingga sekira pukul 18.00 Wita tim penyidik menghubungi dokter agar segera datang ke Kantor Kejati Bali dan diperoleh jawaban bahwa dokter sedang dalam perjalanan menuju Kantor Kejati Bali,” papar Hari.

Hingga pada pukul 18.20 Wita tersangka Tri Nugraha, sempat melaksanakan sholat Magrib di ruang Kepala Seksi Penuntutan dilanjutkan dengan berbuka puasa. Mengingat tersangka sedang melaksanakan ibadah puasa sunah.

“Selanjutnya pada pukul 19.30 Wita ketika dokter sudah tiba di Kantor Kejati Bali langsung dilakukan pemeriksaan terhadap kesehatan Tersangka,” ungkapnya.

Sekira pukul 20.00 Wita, ketika tersangka dan Tim Penyidik dengan pengawalan anggota Polisi Polda Bali hendak berangkat ke Lapas Kerobokan, pada saat keluar dari ruang penyidik tersangka minta izin ke toilet dan meminta kepada pengacaranya untuk mengambil tas kecil yan disimpan di locker dan setelah tas tersebut diserahkan kepada tersangka kemudian tersangka masuk ke kamar toilet.

“Sekitar 2 menit berlalu dari dalam toilet terdengar bunyi ledakan sebanyak satu kali dan setelah dilakukan pendobrakan pada pintu toilet diketahui Tersangka terluka di bagian dada sebelah kiri dan ditemukan senjata api di dekat tubuh Tersangka,” ungkapnya.

Tak ayal suasana pun berubah, jaksa penyidik dan pegawai serta pengawal Kepolisian dengan sigap langsung mengevakuasi Tersangka ke Rumah Sakit terdekat (RS Bros) namun jiwanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia. Karena itulah Jaksa Agung meminta Jamwas untuk melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak atas insiden maut tersebut.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...