5.9 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Gapki: Oleokimia Jadi Pendongkrak Kinerja Industri Sawit Nasional

Must read

Propublik.id, Jakarta-Berbeda dengan sektor ekonomi lainnya, kinerja industri sawit nasional pada Semester I 2020 tidak mengalami pukulan berarti akibat pandemi Covid-20. Meskipun mengalami kontraksi pada sisi produksi dan ekspor, kinerja industri sawit masih terbilang positif.

“Ini kita syukuri bahwa sawit masih bisa memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi perekonomian kita,” ungkap Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono dalam Konferensi Pers virtual, Rabu (12/8/2020).

Dia menjelaskan, salah satu penopang utama pertumbuhan industri sawit adalah kinerja ekspor oleokimia (oleochemical). Ekspor Oleokimia mengalami kenaikan sebesar 24,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 (Y-onY).

“Mungkin ini berkaitan dengan urusan pandemi ya. Di mana-mana butuh disinfektan, butuh sabun, handsanitizer, dan pembersih-pembersih lain,” sambung Joko.

Oleokimia merupakan minyak nabati yang merupakan bahan baku untuk berbagai produk deterjen dan perawatan tubuh, seperti sabun, pasta gigi, sampo, dan produk-produk pembersih lainnya.

Kenaikan ekspor oleokimia ini berdampak dari sisi nilai ekspor. Walaupun secara volume, ekspor industri sawit menurun sebesar 11 persen (Y-on-Y), namun dari sisi nilai mengalami kenaikan sebesar US$ 10 miliar atau naik 6 persen.

Dampak dari peningkatan permintaan oleokimia tidak hanya datang dari luar. Menurut Joko, permintaan domestik pun mengalami kenaikan selama semester I 2020. Permintaan produk sawit oleh pasar domestik secara umum naik tipis 2,8 persen.

“Yang berkontribusi naik itu lagi-lagi Oleochemical. Naiknya signifikan, 39,5%,” kata Joko.

Dia mengungkapkan, permintaan pasar global secara umum megalami pelemahan. Hampir semua pasar utama yang menjadi tujuan ekspor sawit RI mengalami penurunan permintaan, terutama dari China, Uni Eropa, dan Timur Tengah. Permintaan yang masih positif datang dari India, Amerika Serikat, dan Pakistan.

 

Editor: Edward Panggabean

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article