31.7 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Gubernur dan Forkopimda Jatim Sambangi PPBU Bahrul Ulum Pantau Pola Penanganan Covid-19

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta– Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jawa Timur menyambangi Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang untuk mendengar para pengurus ponpes tersebut dalam hal belajar mengajar setelah transisi PSBB ke New Normal di masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam kunjungan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran, dan Pangdam V Brawijaya,
Mayjen TNI Widodo Iryansyah yang terus didampingi tuan rumah Bupati Jombang Hj. Munjidah Wahab. Tujuannya ke Ponpes Tangguh Semeru Bahrul Ulum untuk melihat Tambak Beras Jombang, sekaligus ingin mengetahui penanganan Covid-19 di daerah Jawa Timur.

Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), KH. Moh. Hasib Wahab meminta kepada Forkopimda Jatim untuk dapat menyampaikan pola menghadapi Covid-19, dalam kegiatan belajar mengajar di Ponpes tersebut. Dalam hal ini Hasib menjelaskan, PPBU akan membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) secara bergelombang.

Gelombang pertama dikatakan Hasib Wahab, tepatnya 1 Juli 2020, santri kembali ke pesantren + 2000 santri, gelombang kedua tepatnya 1 Agustus, dan sisanya dari 11 ribu santri kembali pada gelombang ketiga.

“Kita membuka pesantren harus mengikuti protokol kesehatan dan mempersiapkan diri di rumah sebelum masuk ke Pondok pesantren,” tandas Hasib Wahab, Selasa (16/6/2020).

Lebih lanjut ditegaskan KH. M. Wafiyatul Ahdi, Ketua Umum Pengurus Harian Pondok Pesantren Bahrul Ulum, bahwa santri yang akan dibuka pada gelombang pertama akan melihat new normal untuk melanjutkan ke gelombang kedua. Namun bila gagal digelombang pertama maka akan diadakan evaluasi.

“Pondok Pesantren tangguh akan melatih santri, pintu masuk santri akan ditutup dan hanya dibuka pada gang tiga,” terangnya.

Ia pun menjelaskan bahwa tiap santri yang datang pondok pesantren akan dilakukan check point mulai pemeriksaan suhu badan dengan thermo gun dan mengikuti protokol kesehatan. Lanjutnya santri yang kembali ke ponpes harus membawa surat negatif Covid-19. Sekalipun santri yang datang ke pondok tidak membawa surat negatif Covid-19 akan diarahkan untuk mendapatkan surat negatif dari Puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang.

“Bila terbukti reaktif positif Covid-19, maka santri akan dikembalikan ke rumah masing – masing untuk mengikuti oembelajaran secara daring,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Pangdam V Brawijaya, dalam menyikapi jumlah santri sebanyak 11 ribu orang, harus bisa menjalani sesuatu hal yang tidak biasa, yaitu menjalankan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, tidak salaman dan cium tangan, dan jaga jarak baik social distancing maupun physical distancing.

“Kyai dan bu Nyai memiliki tanggung jawab yang besar bahkan dengan ketegasan para Kyai dan Bu Nyai, santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum banyak melahirkan pejabat,” pungkas Pangdam kepada hadirin.

Lebih jauh Kapolda Jatim mengungkap bahwa Pondok Pesantren perlu peta penyebaran Covid-19. Oleh karena itu dikatakan Irjen Pol Fadil Imran harus diadakan asesment atau evakuasi keluar masuk santri.

Masih ditempat yang sama, Gubernur Jatim menyatakan bahwa beberapa hari ini telah mengunjungi pesantren – pesantren, diantaranya Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kunjungan ini menyiapkan pesantren yang sehat, bersih dan untuk menjadi pesantren tangguh.

“Bagaimana hari-hari ini sedang dihadapi bersama, terutama pengasuhnya dalam menghadapi Covid-19. Jadi ini adalah pesantren tangguh yang sudah memiliki SOP,” pungkasnya saat di Ponpes Tebuireng.

Editor: Iman More

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...