26.8 C
Jakarta
Rabu, Maret 3, 2021

Hakim Niaga Tolak PKPU Ida Faradiba, MeMiles Menang

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublok.id, Jakarta-Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan Ida Faradiba Arifin Limi, Suriani, Ivonne Kaharu, terhadap PT KAM AND KAM (induk Perusahaan MeMiles) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2020).

Penolakan permohonan PKPU tersebut disambut gembira puluhan members MeMiles yang hadir dan mengikuti sidang di pengadilan.

Menurut Ketua Tim Penasihat Hukum PT KAM AND KAM, RM. Tito Hananta Kusuma, dengan adanya putusan tersebut, berarti permohonan yang diajukan pemohon PKPU telah resmi ditolak.

“Mengenai hasil keputusan PKPU No.169/Pdt.Sus-PKPU/2020, sudah dinyatakan ditolak. Bahwa dengan demikian, hubungan hukum yang ada bukanlah hutang piutang melainkan hubungan jual beli pemasangan iklan antara MeMiles dan members,” kata Tito.

Tito juga mengingatkan kepada pihak-pihak, yang tidak bertanggung jawab yang telah menyebarkan berita bahwa telah ada putusan PKPU dan kepailitan dalam perkara tersebut, adalah tidak benar.

Pihaknya mengingatkan ketentuan dalam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang memberikan sanksi hukum terhadap terhadap pihak pihak yang memberikan kabar bohong dan pencemaran nama baik.

“Kami akan mengambil langkah dan upaya hukum baik pidana maupun perdata terhadap pihak pihak yang masih terus menyebarkan kabar bohong tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa PT MeMiles akan tetap melanjutkan bisnisnya mempertahankan eksistensi bisnisnya bersama anggota anggota.

Sedangkan menurut anggota tim hukum PT KAM AND KAM lainnya, Soepri Hartono, mengatakan, pihaknya selaku kuasa hukum PT KAM AND KAM, sangat bersyukur atas putusan hakim.

“Kami apresiasi atas hasil putusan hari ini, sudah sepatutnya calon kreditur mengetahui letak dan kedudukan hukum dalam PKPU, sehingga ke depannya permohonan PKPU tidaknmenjadi mubazir. Salam sejawat untuk rekan kuasa hukum pemohon, kami apresiasi juga tindakan hukum rekan sejawat dalam membela kepentingan klien,” ujarnya.

“Salam bahagia utk para member yang menginginkan aplikasi MeMiles ini tetap berjalan karena pada dasarnya aplikasi ini ikut menggerakkan roda perekonomian bangsa ini,” ujarnya.

Kuasa hukum PT KAM AND KAM, Tito Hananta Kusuma sendiri sudah banyak menangani kasus kasus PKPU dan kepailitan di Jakarta dan pengadilan pengadilan niaga di kota kota besar di Indonesia. Sudah banyak kasus kasus PKPU dan kepailitan yang dimenangkan Kantor Hukum Tito Hananta Kusuma & CO.

Adapun tim dari Kantor Hukum Tito Hananta Kusuma & CO, diketuai RM. Tito Hananta Kusuma, dan digawangi RM. Nico Hananto Putra, Supri Hartono, Hasan Basri, Maruli Tua Siringoringo, Antonius Eko Nugroho, Fery Ferdinal, dan Darul Akram.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...