1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Hakim Peringatkan Pengacara Untuk Hadirkan Djoko Tjandra

Must read

ProPublik.id, Jakarta-Sudah kali kedua sidang Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana yang juga buronan Joko Sugiarto Tjandra batal di gelar dengan alasan masih sakit, tak ayal Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang diketuai oleh Nazar Efriadi, dengan anggota hakim Agus Widodo dan Sudjarwanto memberi peringatan kepada tim pengacara untuk menghadirkan pemohon Djoko Tjandra ke Pengadilan.

“Ini kesempatan terakhir untuk pemohon, untuk sidang pada tanggal 20 Juli 2020,” ucap Hakim Nazar Efriadi kepada tim pengacara Djoko Tjandra, dalam persidangan di PN Jaksel, Senin (6/7/2020).

Hakim pun meminta agar pemohon selaku prisipal untuk hadir, lantaran dirinya tidak sedang menjalani hukuman pidana badan, kalau tidak hadir kata dia yang bersangkutan sedang dalam tahanan, jadi kalaupun absen tak masalah.

“Persoalan adalah dia tidak sedang menjalani pidana maka ada kewajiban untuk hadir pada persidangan pertama. Jadi sidang pekan depan, pada jam yang sama di tetapkan ruang yang sama kepada kuasa hukum dimohon menghadirkan pemohon,” ungkap Hakim Nazar.

Joko yang kabur atas kasus pengalihan hak tagih (cassie) Bank Bali, itu mengajukan PK ke PN Jaksel pada8 Juni 2020, lalu sidangg awal pada 29 Juni 2020, Joko pun tak hadir, lalu sidang dilanjutkan pada pekan Senin ini, lagi-lagi batal karena alasan sakit.

Kuasa Hukum Djoko, dari Anita Kolopaking and Partners melalui Andi Putra Kusuma mengatakan kliennya masih sakit dan masih dirawat di RS Kuala Lumpur, sehingga belum bisa menghadiri sidang perdana permohonan PK.

“Mohon izin Yang Mulia, sampai dengan saat ini pemohon PK atas nama Djoko Tjandra belum bisa hadir dengan alasan masih sakit,” ungkap Andi.

Selain itu, pihaknya juga melampirkan surat keterangan sakit pemohon sebagai pendukung dan juga masih dalam perawatan di rumah sakit di negeri jiran tersebut

“kita ada surat keterangan untuk pendukung. Dalam surat ini menyatakan jika Djoko dalam masa perawatan,” kata Andi.

Atas alasan itu, hakim masih memberi kesempatan kali ketiga dalam persidangan ini dan akan dilanjutkan pada sidang pekan depan. Pemohon pun diwajibkan untuk hadir sesuai ketentuan yang diatur dalam Pasal 263 KUHAP dan Pasal 265 KUHAP.

PK yang diajukan Joko Tjandra atas , Surat Edaran MA Nomor 7 Tahun 2014, yang menyatakan permohonan PK yang diajukan lebih dari 1 kali terbatas pada alasan SEMA Nomor 10 Tahun 2009 tentang pengajuan peninjauan kembali.

MA menghukum Djoko 2 tahun penjara serta membayar denda Rp15 juta. Tidak hanya itu, MA memerintahkan uangnya Rp546 miliar di Bank Bali dirampas untuk negara. Djoko kabur ke Papua Nugini pada Juni 2009 atau sehari setelah putusan MA dijatuhkan.

Editor: Edward Panggabean

More articles

Latest article