26.2 C
Jakarta
Selasa, Maret 2, 2021

Hakim Tipikor Vonis Honggo 16 Tahun Penjara Di Kasus Kondensat

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa Honggo Wendratno selaku Direktur PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (PT TPPI) selama 16 tahun penjara, pada Persidangan Tipikor, pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020).

Honggo yang disidangkan secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Kondensat Bagian Pemerintah oleh PT.TPPI.

Sedangkan dua terdakwa lain dalam perkara yang sama yakni Raden Priyono mantan Kepala BP Migas dan Djoko Harsono mantan Deputi Finansial dan Ekonomi BP Migas dihukum masing-masing 4 tahun penjara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono dalam keterangan oersnya yang diterima propublik.id, Jakarta, Selasa (23/6/2020) mengatakan, sidang putusan yang digelar pada Senin malam itu, ketiga terdakwa oleh majelis hakim sebelumnya diputus terbukti bersalah telah melakukan korupsi terkait penjualan kondensat bagian negara.

“Untuk terdakwa Honggo selain dihukum penjara 16 tahun juga dikenai denda sebanyak Rp 6 miliar subsidair enam bulan kurungan serta diperintahkan membayar uang pengganti 128 juta juta dolar AS atau pidana pengganti penjara enam tahun,” ucap Hari.

Selain itu, Hakim juga memutuskan barang bukti berupa kilang TLI dan uang Rp 97 miliar yang diperoleh saat persidangan dirampas untuk negara.

Sementara itu untuk terdakwa Raden Priyono dan Djoko Harsono juga dikenai denda masing-masing Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan.

Terhadap putusan majelis hakim, baik Jaksa penuntut umum maupun penasehat hukum kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari untuk menerima atau mengajukan banding.

“Tapi nanti jika tidak ada upaya hukum dari terdakwa maupun JPU maka putusan hakim akan berkekuatan hukum tetap dan dapat dieksekusi, khususnya untuk terdakwa Raden Priono dan Djoko Harsono,” ucap Hari

Sedangkan untuk terdakwa Honggo, tentu akan terus dilakukan upaya pencarian yang bersangkutan oleh JPU bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Dalam persidangan sebelumnya Jaksa menuntut terdakwa Honggo dengan 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan, Sedangkan terdakwa Raden Priyono dan Djoko Harsono dituntut masing-masing 12 tahun penjara dan denda masing-masing Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...