1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

HSBC Indonesia Jalin Kemitraan dengan PMI Salurkan APD untuk Petugas Medis

Must read

Propublik, Jakarta. PT Bank HSBC Indonesia mengumumkan kemitraan dengan Palang Merah Indonesia dalam rangkaian kontribusinya dalam membantu penanganan dampak COVID-19, dengan menyalurkan bantuan kesehatan berupa Alat Pelindung Diri bagi para petugas medis di beberapa daerah, terutama Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dilonggarkan, kami percaya perjuangan melawan virus COVID-19 masih panjang,” demikian seperti dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Sudirman Said.

Pihaknya melihat adanya potensi risiko dengan mulai dibukanya ruang-ruang publik seperti mal, taman, bahkan sekolah. Kurva kenaikan penderita COVID-19 di Indonesia belum melandai. Sedikit kelalaian sangat berisiko menimbulkan kenaikan angka kasus positif yang menyebabkan gelombang kedua serangan Corona.

Untuk itu, di masa transisi ini, masyarakat dipandang perlu dibiasakan untuk hidup dengan protokol kesehatan ekstra. Dengan demikian diharapkan terjadi transisi yang mulus ke New Normal atau tatanan hidup baru di masa depan.

Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI menunjukan piagam kerjasama PMI dengan HSBC Indonesia. (Foto kredit: HSBC Indonesia)

Dalam siaran pers yang sama, pengurus PMI Pusat dokter Heru Aryadi, MTH menjelaskan, APD masih sangat diperlukan mengingat pertambahan kasus terkonfirmasi positif di Indonesia masih terjadi. Dia merinci, kebutuhan APD di rumah sakit yang merawat pasien covid-19 mencapai 200 buah per hari.

“Berdasarkan pengamatan, rata-rata pasien covid-19 dirawat selama 20 hari. Kalau rata-rata 10 APD perhari untuk satu pasien, berarti 10 dikali 20 hari, perpasien berarti butuh 200 APD,” katanya.

Kebutuhan APD untuk relawan PMI juga tak kalah penting dengan penggunaannya bagi petugas medis. Relawan penyemprot disinfektan misalnya, membutuhkan APD untuk melindungi diri dari paparan zat kimia. Terlebih bagi relawan yang melakukan pelayanan evakuasi pasien serta penguburan jenazah covid-19 yang memerlukan APD Level 3.

“Kami memahami bahwa pelonggaran PSBB diperlukan untuk menghidupkan kembali roda perekonomian. Karenanya kita perlu membangun kepedulian masyarakat untuk dapat menjaga standar sanitasi dan kebersihan yang tinggi karena dengan masyarakat yang sehat kita dapat membangun perekonomian secara lebih berkelanjutan. Untuk itu kami sangat menghargai inisiatif PMI untuk membantu menyediakan bantuan berupa APD dan menjangkau para tenaga medis yang masih sangat membutuhkan,” kata Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia.

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah perhimpunan nasional di Indonesia dan merupakan salah satu komponen dari Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Lahir pada 17 September 1945, saat ini PMI berada di 34 Provinsi, 476 Kabupaten/ Kota, dan 3.406 di tingkat ranting serta diperkuat oleh lebih dari 1 juta relawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

More articles

Latest article