31.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

Ini Progres Program Perlindungan Sosial Satgas PEN

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin memaparkan, satgas akan fokus pada program-program yang perlu direalisasikan pada Kuartal III & IV Tahun 2020. Program-program tersebut tidak termasuk dalam alokasi anggaran Rp495 triliun yang dialokasikan pemerintah untuk program kesehatan dan insentif perpajakan.

“Kami akan fokus pada empat program,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi daring FMB 9, Sabtu (15/8/2020)

Dia merinci, empat kategori program tersebut adalah Program Perlindungan Sosial, Program UMKM, Program Sektoral melalui Kementerian/Lembaga dan Pemda, serta Program Pembiayaan Korporasi.

Budi lantas merinci progres program prioritas, secara khusus yang menyasar kebutuhan kelompok masyarakat miskin dan rentan terdampak secara ekonomi. Program pertama adalah Program Keluarga Harapan. Program ini menyasar 10 juta keluarga miskin, dengan estimasi 40 juta jiwa warga miskin. Anggaran yang dialokasikan untuk Program Keluarga Harapan adalah sebesar Rp 37,4 triliun.

“Sampai saat ini sudah disalurkan 27 triliun rupiah (72%) untuk 10 juta keluarga,” ungkap Budi.

Program kedua yang dipaparkan Budia adalah Program Kartu Sembako. Program ini menyasar 20 juta keluarga miskin yang bisa dikonversikan menjadi 80 juta jiwa warga miskin. Alokasi anggaran yang disediakan pemerintah sebesar Rp 43,6 triliun. Hingga Agustus 2020, bantuan yang telah disalurkan sebesar 59 persen dengan nilai sebesar Rp 26 triliun.

“Jadi program pertama dan kedua jika dijumlahkan sudah disalurkan Rp 53 triliun yang disalurkan ke 80 juta warga miskin,” terang Budi.

Program ketiga adalah Program Bansos Tunai & Non-tunai. Program ini diarahkan pada 10,9 juta warga Jabodetabek dan non-Jabodetabek yang pertama kali terdampak pandemi. Pagu anggaran untuk program ini sebesar Rp 39,2 triliun. Realisasi penyerapannya mencapai 49 persen atau mencapai Rp 19 triliun.

“Total yang sudah di-cover oleh ketiga program ini sudah ada 29 juta keluarga miskin atau 120 juta warga miskin di Indonesia dengan anggaran yang tersalurkan Rp 72 triliun,” papar Budi.

Kategori dan Alokasi Anggaran Program PEN. Paparan Ketua Satgas PEN. Sumber: FMB9

Di luar ketiga program tersebut, ada dua program baru yang siap direalisasikan. Yang pertama adalah Program Bantuan Subsidi Gaji. Program ini ditujukan kepada pegawai perusahaan swasta non-PNS dan pegawai BUMN. Program ini diarahkan pada 15,725 juta tenaga kerja formal. Alokasi anggaran yang disiapkan Rp 37,74 triliun. Anggarannya mulai disalurkan pada Agustus 2020.

Program baru lainnya adalah Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro. Sasarannya mencakup 12 juta usaha mikro. Namun, untuk tahap awal akan disalurkan pada 9,1 juta usaha mikro dan disalurkan dalam bentuk hibah. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 22 triliun yang akan mulai disalurkan setelah Hari Kemerdekaan.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...