29 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Inovasi Ditegah Covid-19, Kejari Jaksel Kejar Predikat KIPP Ke-2

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah berhasil meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), namun kini oleh Pimpinan Kejaksaan Agung mewakili intitusi Kejaksaan RI, Kejari Jaksel dibawah komando Anang Supriatna dipercaya mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2020, yang diselengarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

“Kita di minta oleh Kejaksaan Agung ikut lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselengarakan KemenPAN-RB. Ada 2 Kejari yang diminta ikut KIPP, Kejari Jaksel dan Kejari Surabaya yang mana kita mewakili intitusi Kejaksaan RI. Sekaligus mempertahankan predikat WBK/WBBM yang sudah kami raih,” ungkap Anang kepada ProPublik.id, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Sebagai insan Korps Adhyaksa untuk mengembalikan kepercayaan publik dalam hal pelayanan, Anang pun mengajak jajarannya untuk menciptakan inovasi ditengah pandemi Covid-19, diantaranya pelayanan Tilang, dan menambah ruang sel tahanan serta meronovasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan memberikan fasilitas bagi penyandang disabilitas.

“Kami telah melakukan pembenahan, dengan menyesuaikan situasi new normal di masa Covid-19, salah satunya kita buat ruang PTSP, yang dulunya terbuka sekarang kami buat sekat (partisi) dengan pembatas ruangan, tetap dengan Informasi Teknologi yang lebih smart,” ujar dia.

Dia menjelaskan setidaknya ada belasan indikator penilaian KIPP, selain membenahi ruang PTSP, pihaknya juga memperbaiki fasilitas ruang sel bagi tersangka Pidana Umum yang masuk tahap II, pelimpahan tersangka dari penyidik Polri ke Kejaksaan.

“Ruang Sel (tahanan) sekarang kita buat ruangan lagi untuk tahap 2, ada Sel untuk penampungan sementara bagi tahanan perempuan. Kemudian, ada tempat khusus sementara ruang isolasi (Covid-19) bagi tahanan yang terindikasi Covid-19,” ujar dia.

Ditambahkan Anang inovasi lainya ditengah pandemi covid-19 ini yakni memberi kemudahan bagi pengendara yang kena tilang, selain pelayanan drive true dan melalui website dengan pemanfatan teknologi juga memberi kemudahan bagi pelanggar dengan pelayanan COD melalui pesan Whatsapp ke nomor 085287394167.

“Jadi sistem COD bayar tilang bisa dirumah aja melalui pesan WA, ada nomor khusus untuk tilang dengan COD, penggunaan WA lebih komunikatif dengan pelanggar yang kena tilang, operator langsung menjawab, tanpa operator mesin,” ucap pria kelahiran tahun 1974 itu.

Namun kemudian, lanjut dia untuk pelanggar yang ambil tilangan di Kejari Jaksel harus mendaftar antrian melalui online, pihaknya juga melayani drive true bagi pelanggar.

“Selain COD, melalui pesan whatsapp. Juga layanan ambil tilang dikantor dan drive true juga masih ada,” ujarnya.

Saat berbagi cerita tentang inovasi KIPP program KemenPAN-RB itu, Anang mengatakan program KIPP tahun lalu Kejari Jaksel mendapat predikat B dengan nilai 3,75. Saat ini setidaknya ada 60 intitusi negara seperti BUMN yang ikut KIPP tersebut.

“Untuk tahun ini kami mengejar untuk raih predikat A nilai tertinggi dalam pelayanan publik,” ucap Jaksa yang pernah bertugas di KPK itu.

Dijelaskan Anang soal inovasi pelayanan, dirinya banyak belajar dari Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi dalam memberikan pelayanan publik. Pasalnya pada Tahun 2010 saat Kajari Jaksel masih dijabat Setia Untung, Kantor Kejari Jaksel meraih penghargaan Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI.

“Saya terinspirasi dari Pak Untung, beliau sukses meraih penghargaan dalam pelayanan publik. ketika di Badiklat, beliau juga meraih WBK/WBBM. Jadi kami terinspirasi dalam inovasi pelayanan kepada masyarakat, ditengah situasi pandemi saat ini,” tandas Anang yang didampingin Kepala Seksi Pidum Afni Carolina dan Kepala Seksi Pidana Khusus Ridwan Ismawanta.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...