5.7 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Jadi Narapidana, Jaksa Eksekusi Joko Tjandra Ke Rutan Polri

Must read

Propublik.id, Jakarta-Terpidana Joko Sugiarto Tjandra akhirnya dieksekusi oleh Kejaksaan selaku jaksa eksekutor dan lansung dijebloskan ke balik jeruji sel setelah 11 tahun menghilang dan akhirnya ketangkap dari persembunyiannya di Malaysia.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Ali Mukartono bersama Kepala Kejati DKI Asri Agung Putra dan jaksa eksekutor dari Kejari Jakarta Selatan menerima secara resmi terpidana Kasus Cassie Bank Bali itu dari Bareskrim Mabes Polri setelah 1×24 jam ditangkap pada Kamis 30 Juli 2020.

Penyerahan secara resmi terpidana dengan penandatangan berita acara antara Kabareskrim Komjen Listyo Sigit, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Reynhard Silitonga, dan Jaksa eksekutor serta terpidana Joko Tjandra di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

“Hari ini pula kita lakukan eksekusi ke lapas. Dengan eksekusi ini, tugas Kejaksaan selesai. Dengan eksekusi ini, berubahlah status yang bersangkutan menjadi warga binaan,” ujar Jampidus Ali Mukartono.

Setelah penandatanganan surat penyerahan kepada Kejaksaan, Joko Tjandra langsung diseret ke Rutan Salemba Cabang Mabes Polri.

Sementara Dirjen Pas Reynhard Silitonga menjelaskan setelah dilaksanakan eksekusi oleh Jaksa maka mulai malam ini Joko Tjandra menjadi narapidana di pemasyarakatan dan menjadi warga binaan.

“Kemudian penempatan yang bersangkutan kami akan tempatkan sementara di Rutan Salemba cabang Mabes Polri ini yaitu tentunya dalam rangka pemeriksaan selanjutnya. Selanjutnya juga kami melihat protokol kesehatan yang bersangkutan, jadi kami tempatkan di cabang Rutan Salemba Mabes Polri ini,” ungkap Reynhard.

Sementara Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menambahkan setelah waktunya 1 x 24 jam pihaknya harus menyerahkan terpidana ke Kejaksaan selaku eksekutor dalam kasus Casie Bank Bali. Namun, untuk penahanan dilakukan di rutan Mabes Polri, alasanya untuk pemeriksaan atas keluar masuknya terpidana ke Indonesia selama sebulan ini.

“Bahwa adanya kepentingan kami untuk melakukan pemeriksaan terkait dengan kasus-kasus yang terjadi, yaitu terkait keluar masuknya saudara Joko Tjandra dan juga untuk kepentingan pemeriksaan yang lain maka saat ini yang bersangkutan dititipkan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri,” ungkap Listyo.

Di tekankan Listyo, penahanan di Mabes Polri untuk memudahkan pihaknya melakukan penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut tehadap Joko Tjandra. Kemudian kegiatan sebagaimana aturan protokol kesehatan yaitu meriksa revid test dan swap.

“Selanjutnya pemeriksaan terkait dengan surat jalan, surat rekomendasi dan juga lidik terkait aliran dana,” ungkap Jendral bintang tiga itu.

Untuk diketahui, Joko Tjandra ditangkap Polri bekerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia, Joko Tjandra dijemput dari Malaysia, dengan berbaju tahanan dan tangan terikat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis 30 Juli 2020 malam, sekitar pukul 22.37 WIB dengan mengunakan pesawat carter tipe Embraer ERJ 135 dengan nomor registrasi PK RJP, Joko pun menginap semalam di Bareskrim Mabes Polri.

Editor: Edward Panggabean

More articles

Latest article