5.9 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Jadi Tersangka Korupsi Jaksa Pinangki di Bui, MAKI Prihatin

Must read

ProPublik.id, Jakarta-Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI menetapkan Jaksa perempuan Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka dan langsung dijebloskan kedalam jeruji sel. Diduga menerima suap dari terpidana Djoko S. Tjandra sebesar 500 ribu dollar Amerika.

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono mengatakan penetapan Pinangki sevagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan dari Direktur Penyidikan pada Jampidsus tanggal 5 Agustus 2020, dan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi serta didukung oleh alat bukti lainnya. Sebagai Pegawai Negeri atau penyelenggara negara Pinangki diduga melakukan Korupsi lantaran menerima pemberian atau janji dari narapidana Joko S. Tjandra yang ditengarai menerima 500 ribu dollar Amerika atau setara kurs sekarang sekitar Rp 7 miliar.

“Kemarin beredar di media maupun hasil pemeriksaan (Bidang) Pengawasan, itu diduga sekitar 500.000 US dollar. Kalau dirupiahkan kira-kira Rp 7 miliar, tetapi dugaannya sekitar 500.000 US dollar,” ucap Hari saat konprensi pers di Kejagung, pada Rabu (12/8/2020).

Pinangki ditetapkan sebagai tersangka berdasakan Surat Penetapan Tersangka (Pidsus 18) Nomor : TAP-53/F.2/Fd.2/08/2020 tanggal 11 Agustus 2020 dengan sangkaan melanggar pasal 5 ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kasus posisi perkaranya sendiri, bermula ketika terpidana Djoko Soegiarto Tjandra mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (atas putusan PK Mahkamah Agung Nomor 12K/Pid.Sus/2008 tanggal 11 Juni 2009) secara diam diam, sedangkan status yang bersangkutan adalah buronan karena belum melaksanakan putusan PK (eksekusi) tersebut diatas,” tutut Hari.

Hari menjelaskan keberhasilan terpidana Djoko Soegiarto Tjandra masuk ke dalam negeri dan kemudian mengajukan PK ke PN Jaksel diduga ada peran tersangka Pinangki untuk yang mengkondisikan dan mengatur upaya hukum PK tersebut.

“Bahkan tersangka PSM melakukan pertemuan dengan Terpidana Djoko Soegiarto Tjandra di Malaysia bersama-sama dengan Anita Kolopaking, yang diduga untuk keperluan koordinasi dan pengkondisian keberhasilan PK Terpidana Djoko Soegiarto Tjandra dijanjikan hadiah atau pemberian sebanyak 500 ribu dollar Amerika,” ungkapnya.

Meski demikian, tim penyidik masih memproses penghitungan guna mengetahui nominal secara rinci yang diduga diterima Pinangki. Disisi lain, penyidik juga sedang menelusuri hasil pemeriksaan Bidang Pengawasan Kejagung terhadap Pinangki.

“Apa yang didapat dari LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) yang dilakukan Pengawasan, masih dilakukan crosscheck atau penyidikan berapa sebenarnya jumlah yang diterima,” ungkapnya.

Atas kasus itu Pinangki ditahan oleh Tim Jaksa Penyidik berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Sprint-24/F.2/Fd.2/08/2020 tanggal 11 Agustus 2020 selama 20 hari kedepan, terhitung sejak 11-30 Agustus 2020 di Rutan Kelas I Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI.

Adapun alasan tersangka Pinangki ditaha dengan pertimbangan, alasan obyektif (Pasal 21 ayat (4) KUHAP) karena pasal sangkaan terhadap Tersangka, yakni melanggar Pasal 5 ayat (2) UU Tipikor, dengan ancaman pidana penjara lebih dari 5 tahun.

“Alasan subjektif (Pasal 21 ayat (1) KUHAP, dikhawatirkan Tersangka melarikan diri, mempengaruhi saksi-saksi, dan atau menghilangkan barang bukti sehingga dapat mempersulit pemeriksaan penyidikan atau menghambat penyelesaian penyidikan perkara dimaksud,” tutur Hari.

Ditempat terpisah Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman prihatin ditetapkannya Pinangki sebagai tersangka. Semestinya, tidak perlu ada jaksa yang dijadikan tersangka dan ditahan oleh penyidik. Sebab, dalam tataran idealisme pegawai kejaksaan adalah garda terdepan dalam pemberantasan korupsi.

“Kejaksaan patutnya memberikan contoh kepada masyarakat untuk patuh serta taat dan tidak melanggar hukum. Kami mewakili masyarakat Indonesia sangat sedih dan sangat tidak bergembira. tidak happy. Karena sesuatu yang kita harapkan bahwa jaksa akan memberantas korupsi tetapi jauh dari angan-angan,” ungkap Boyamin.

Editor: Edward Panggabean

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article