-0.3 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Jaksa Tuntut 2 Jaksa Pemeras Selama 4 dan 4,5 Tahun Penjara

Must read

Propublik.id, Jakarta-Dua jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, yakni Yanuar Rheza Mohammad dan Firsto Yan Presanto. Akhirnya dituntut hukuman pidana bervariasi yakni, selama 4 tahun penjara dan 4 tahun 6 bulan kurungan.

Selain hukuman badan, penuntut umum yang beranggotakan Jimmy Banau, Budi Naninggolan dan Muhammad, juga mewajibkan kepada kedua terdakwa Yanuar Rheza dan Firsto Presanto agar membayar denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsidair 3 bulan bui.

“Supaya majelis hakim menuntut terdakwa Yanuar Rheza Muhammad dan Firsto Presanto terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam dakwaan primair,” kata Jaksa Jimmy Banau.

Penuntut umum menilai Terdakwa Yanuar Rheza maupun Firsto Presanto, terbukti melanggar Pasal 12 huruf e undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan dalam requisitornya penuntut umum berpandangan bahwa tidak ada hal-hal yang meringankan terhadap diri para terdakwa.

Sidang itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/8/20) siang. Dengan Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri.

Usai persidangan Rudyanto Manurung selaku kuasa hukum Yanuar Rheza dan Firsto Presanto, mengangap tuntutan penuntut umum terhadap kliennya berlebihan, padah selama menjadi bagian dari Korps Adhyaksa, selain itu tuntutannya  tidak ada hal yang meringankan.

Untuk diketahui penangkapan terdakwa Rheza dan Frestho terjadi pada 2 Desember 2019 sekitar pukul 14.50 WIb oleh Tim pengamanan sumber daya organisasi (Tim Pam SDO), pada bidang Intelijen.

Diduga mereka melalukan pemerasan terhadap MY sebesar Rp.1 milyar dalam kapasitasnya sebagai saksi tipikor yang tengah ditangani Kejati DKI.

Editor: Edward Panggabean

More articles

Latest article