Pengurus Gaspermindo usai menjenguk Jumhur Hidayat. ist
Pengurus Gaspermindo usai menjenguk Jumhur Hidayat. ist

Jenguk Jumhur Hidayat di Bareskrim, Gaspermindo Nyatakan Sikap

Propublik.id, Jakarta – Sedikitnya 30 orang lebih dari Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) menjenguk Jumhur Hidayat yang ditangkap di kediamannya di jakarta Selatan, sekitar pukul 07.00 wib, pada Selasa (13/10/2020) usai gelar aksi demonstrasi tolak UU Omnibus Cipta Kerja yang telah disahkan DPR, 5 Okotober 2020 lalu

“Kami dari perwakilan Gaspermindo bersama federasi lain kurang lebih 30 – 40 orang ke Bareskrim Mabes Polri hanya menjenguk Jumhur Hidayat dan menyampaikan sikap,” tandas Bambang Eka, Ketua Umum Gaspermindo, kepada propublik.id depan Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, kamis (15/10/2020).

Dikatakan Bambang, menjenguk Jumhur Hidayat lantaran pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Dia ditangkap oleh aparat Kepolisian menurutnya dengan cara – cara yang tidak manusiawi.

“Dia ditangkap dalam kondisi sakit, yang kabarnya tengah operasi empedu. Dari pihak aparat kepolisian harus memiliki prinsip kemanusiaan,” terang Bambang yang didampingi beberapa kader Gaspermindo.

Dengan begitu, pengambilan Jumhur Hidayat yang tidak disertai surat penangkapan, yang membuat bingung para keluarga dan Gaspermindo harusnya ditunda dulu tidak main ambil yang menurutnya tidak seperti teroris.

“Setidak – tidaknya proteslah kepada pemerintah atau siapa yang nangkap, harusnya ada prinsip – prinsip kemanusiaan. Istirahat dulu baru ditangkap, ini dalam keadaan sakit, bagaimana,” jelasnya.

Hal lain seperti diungkapkan Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, Rabu 14 Oktober 2020 menyatakan bersyukur sejumlah aktivis KAMI yang terlibat demontrasi Omnibus Law Cipta Kerja ditangkap, tidak perlu dikasihani dan jangan diributkan karena menurutnya sebagai pejuang dan bukan karbitan.

“Pembentukan gerakan KAMI di Indonesia memang beresiko tinggi termasuk nantinya ada kemungkinan para anggota KAMI bisa ditangkap,” ujar Gatot bebarapa hari ini.

Baca Juga :  Tak Mau Ditahan, Anita Kolopaking Praperadilkan Bareskrim

Dengan demikian ungkapan yang pernah dilontarkan mantan Panglima TNi Jendera (Purn) Gatot Nurmantyo, Bambang Eka pun turut berjuang karena Omnibus Law untuk undang-undang ketenagakerjaan menurutnya bermasalah bagi buruh.

“Ini jelas dong serikat buruh pasti memprotes apapun juga sampai perjuangan ini berhasil dengan cara kami,” imbuhnya.

Editor: Iman More

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa komentarmu?