5.9 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Juni 2020, Ekspor Kendaraan CBU Naik 28,55%

Must read

Propublik.id, Jakarta – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (PT IKT) dengan kode saham IPCC, pada Juni 2020 pihaknya menangani bongkar muat 8.601 unit kendaraan CBU ekspor, atau naik 28,55% Month on Month (MoM) dibandingkan Mei 2020 sebanyak 6.691 unit di lapangan internasional. Dan, sebanyak 1.418 unit CBU impor atau lebih rendah 1,53% MoM dibandingkan Mei 2020 sebanyak 1.440 unit CBU.

“Meski dibandingkan tahun lalu kondisi penanganan bongkar muat kendaraan masih lebih rendah. Namun, secara bertahap pada Juni ini berbarengan dengan fase new normal mulai terlihat adanya perbaikan. Kami berharap kondisi produksi pabrikan manufaktur otomotif kian pulih yang diikuti dengan meningkatnya permintaan sehingga dapat berimbas positif pada kinerja IPCC,” kata Direktur Utama PT IKT Tbk, Ade Hartono dalam keterangan tertulis yang diterima Propublik.id, Rabu (15/7/2020).

Dari sisi kesiapan lapangan penumpukan, kata Ade, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk tetap beroperasi normal karena mendukung ketersediaan layanan bongkar muat maupun pengantaran kendaraan, baik dari luar pulau maupun luar negeri.

Sementara itu, bongkar muat segmen alat berat (termasuk truk dan bus), menurut Ade, cenderung turun. Secara total pada Juni 2020, jumlah alat berat yang ditangani di lapangan yang sama turun 46,83% (MoM) dari 630 unit pada Mei 2020 menjadi 335 unit.

Sedangkan, bongkar muat impor 178 unit alat berat naik tipis 4,71% (MoM) dari 170 unit pada Mei 2020. Dan, bongkar muat ekspor 157 unit alat berat atau turun 65,87% (MoM) dari 460 unit alat berat pada Mei 2020.

“Bongkar muat segmen spare part, pada Juni 2020 turun 72,90% (MoM) dari 5.537 M3 pada Mei 2020 menjadi 1.501 M3,” tutur Ade.

Secara akumulasi sepanjang Januari hingga Juni, menurut Ade, penanganan bongkar muat kendaraan CBU di lapangan internasional tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Untuk segmen CBU, sepanjang enam bulan pertama tahun ini sebanyak 124.734 unit CBU atau lebih rendah 26,58% (YoY) dibandingkan periode sama tahun lalu. Ekspor turun 21,18% (YoY) menjadi 105.082 unit CBU dan impor berkurang 46,25% (YoY) menjadi 19.652 unit CBU dibandingkan periode sama tahun lalu.

Untuk segmen alat berat, perbaikan terlihat pada kegiatan bongkar muat ekspor sebanyak 2.847 unit sepanjang satu semester pertama tahun ini atau naik 58,52% (YoY). Namun, impor berkurang 57,50% (YoY) dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi 2.278 unit.

Pada segmen spare part, sebanyak 12.650 M3 atau turun 9,51% (YoY) sepanjang enam bulan pertama tahun ini untuk kegiatan ekspor. Dan, sebanyak 10.565 M3 di periode semester pertama tahun ini atau lebih rendah 45,10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan, di lapangan domestik, pada Juni 2020 sebanyak 5.230 unit CBU ditangani atau naik 137,73% (MoM) dibandingkan Mei 2020 sebanyak 2.200 unit CBU. Segmen alat berat juga mengalami kenaikan pada Juni 2020 sebesar 58,51% (MoM) dari 511 unit pada Mei 2020 menjadi 810 unit.

Sementara itu, bongkar muat spare part pada Juni 2020 sebesar 153 M3 atau naik 274,28% (MoM) dari 41 M3 pada Mei 2020. Secara akumulasi sepanjang semester I 2020, jumlah bongkar muat CBU di lapangan domestik mencapai 55.875 unit atau naik 43,64% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bongkar muat alat berat naik 25,26% (YoY) sepanjang semester pertama tahun ini menjadi 7.532 unit dari periode yang sama tahun lalu sebesar 6.013 unit. Sedangkan, bongkar muat spare part masih lebih rendah turun 81,89% (YoY) pada semester pertama tahun ini menjadi 1.403 M3.

Editor: Iman More

More articles

Latest article