26.7 C
Jakarta
Senin, Januari 25, 2021

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mia Amiati mengatakan pihaknya tak segan-segan menindak pelaku yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, setidaknya sudah ada 11 perkara yang telah di proses hukum.

“Dari keseluruhan berkas yang kami terima dari Penyidik telah kami sidangkan 11 perkara Pelanggaran PSBB. Adapun tuntutan yang kami ajukan disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa dengan penekanan adanya efek jera bagi masyarakat yang lain pada umumnya,” kata Kajati Mia, kepada Propublik.id, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Karenanya dia menghimbau kepada jajarannya di wilayah Hukum yang dipimpinnya untuk siap mendukung arahan Jaksa Agung Burhanuddin dan kebijakan Pemerintah dalam penegakan hukum.

“saya selaku Jaksa Tinggi Riau dan seluruh jajaran serta seluruh Kajari se wilayah Riau tentunya akan siap mendukung semua kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah sehingga kegiatan penegakan hukum yang dapat menjamin adanya kepastian hukum di wilayah Bumi Lancang Kuning tetap dapat ditegakkan,” tegasnya.

Sebagai contoh kata dia, pihaknya telah melakukan tindakan represif dengan membawa ke ranah hukum masyarakat yang telah melanggar aturan-aturan yang diterapkan di dalam PSBB sesuai dengan Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 74 tahun 2020 terkait Pencegahan Penyebaran Virus COVID-19, dimana untuk itu diperlukannya PSBB di Kota Pekanbaru.

“Sehubungan dengan telah ditetapkannya kebijakan baru berupa Tatanan kehidupan normal gaya baru yang akan diterapkan di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi Pandemi ini,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Lanjut Kajati Mia, bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan surat edaran Nomor HK.02.01/MENKES/334/ 2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 bagi Aparat yang melaksanakan Tugas Pengamanan dan Penertiban Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Kami selaku aparat penegak hukum menyoroti mengenai implementasinya. Sebab, apabila aturan yang dibuat pemerintah tidak diikuti ketegasan dan pengawasan ketat, contohnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka penagakan hukum terhadap para pelanggarnya akan sulit diterapkan,” ujarnya.

Menurut Mia, penerapan aturan yang ketat diterapkan pada new normal atau pola perilaku baru sebagai adaptasi bertahan hidup dari penularan virus.
New normal sebagai perilaku adaptasi untuk mencegah penularan COVID-19 harus benar-benar dilakukan secara disiplin.

“Jika tidak disiplin, maka new normal tidak akan dapat terwujud, apalagi akhir-akhir ini bermunculan orang-orang apatis yang sudah tidak mengindahkan lagi Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran COVID-19, new normal dianggap sebagai pengganggu zona nyamannya, Padahal seharusnya new normal harus dijadikan sebagai adaptasi memutus rantai penularan dimana perilaku masyarakat harus berdaptasi hingga dipastikan sudah tidak lagi terjadi penularan virus di tengah masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya kata Mia, Jaksa Agung Burhanuddin telah menyampaikan pesan kepada jajarannya mengenai new normal pada halal bi halal Idul Fitri 1441 Hijriyah melalui media Virtual.

Editor: Ari Azhari

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Mengharukan…Wakapolres Subang Bangun Rumah Tidak Layak Huni Milik Kopka Hamim

Subang – Kopka Hamim Mulyono salah satu Anggota Koramil Purwadadi yang baik dalam penugasan, namun disatu sisi kehidupan pribadinya cukup memprihatinkan, dimana yang bersangkutan...

Kades Tanjung Siang Subang Dukung Komjen Listyo Jadi Kapolri

SUBANG //- Pencalonan Kepala Bareskrim (Kabareskrim Polri) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Subang. Masyarakat Kabupaten Subang...