1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Kemenag Dukung Program Inovasi Wakaf, Bantu UMKM Terdampak Covid-19

Must read

ProPublik, Jakarta – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar mengapresiasi lembaga filantropi yang mengeluarkan program inovasi wakaf sebagai jaring pengaman sosial untuk membantu pelaku UMKM terdampak Covid-19.

Dikatakan Fuad ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama tinjauan fikih, bagaimana skema wakafnya, siapa wakafnya serta peruntukan dana wakafnya dan siapa mauquf alaihinya. menurutnya penting agar tidak melanggar syariat dan hukum wakaf.

Kedua, perlu dilakukan telaah skema wakaf terkait penggunaan dana dan sumber wakaf. Jika sumber dana wakaf ini berasal dari hasil pengelolaan aset wakaf lembaga filantropi, maka diperbolehkan. Tapi kalau ini sumbernya langsung berasal dari dana wakif berupa wakaf uang ini sudah tidak sesuai dengan UU.

“Kalau seperti itu lebih tepatnya program sedekah bukan wakaf yang notabenenya bagi habis dan tidak ada pengembalian dan keabadian dana tersebut,” ujar Fuad di Kementerian Agama kemaren, Senin (01/09/2020).

Menurutnya, meski program tersebut merupakan inovasi produk wakaf, hal yang menjadi prinsip adalah tidak boleh mengesampingkan mitigasi risiko dan melanggar regulasi.

“Perhatikan aspek-aspek manajemen profesional seperti transparansi, akuntabilitas pelaporan, serta kemudahan akses oleh wakif dan publik,” ujarnya.

Fuad pun mengingatkan apakah lembaga filantropi tersebut memiliki izin kelembagaan untuk mengeluarkan program wakaf sehingga dapat menjadi Nazir (Pihak Pengelola Dana dari Wakaf)?

“Oleh karena itu, lembaga filantropi yang menjalankan program wakaf juga harus berkoordinasi dengan Badan Wakaf Indonesia selaku koordinator pelaksana program wakaf di Indonesia menurut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.41 Tahun 2004,” jelasnya.

Editor: Iman More

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article