5.7 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Komisi XI DPR RI akan Libatkan OJK dalam Penyelesaian Kasus Dana Nasabah WanaArtha

Must read

 

Propublik.id, Jakarta-Fathan Subchi, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI menyatakan akan mendorong Otoritas Jasa Keuangan terlibat dalam penyelesaian kasus pemblokiran rekening nasabah WanaArtha oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia menandaskan, proses hukum yang tengah berlangsung seharusnya tidak merugikan hak-hak nasabah atau pemegang polis atas dana yang diasuransikan ke WanaArtha.

“Kami akan berkoordinasi dengan OJK selaku Pengawas IKNB (Industri Keuangan Non-Bank) agar kasus pemblokiran rekening di WanaArtha segera bisa diselesaikan, sehingga tidak merugikan nasabah WanaArtha,” ujar Fathan setelah beraudiensi dengan perwakilan Forum Nasabah WanaArtha (Forsawa)di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Audiensi itu dihadiri pula oleh anggota Komisi XI Puteri Komarudin. Sementara itu, dari pihak Forsawa hadir lima orang yang diketuai oleh Parulian Sipahutar. Fathan menyatakan DPR pasti mendukung langkah Kejagung dalam menyelesaikan dugaan kasus pencucian uang yang berkaitan dengan masalah Asuransi Jiwasraya tersebut. Meski begitu, dia berharap penuntasan kasus ini perlu mempertimbangkan pula dampak negatif yang harus diderita oleh para pemegang polis.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Komisi III untuk mengetahui sejauh mana penanganan kasus ini karena mereka menjadi mitra langsung dari Kejagung. Dari koordinasi itu kami berharap mengetahui gambaran kasus sehingga kita tahu relevansi pemblokiran dana nasabah WanaArtha,” kata politisi F-PKB ini.

Karena itu, dia berharap pemblokiran rekening nasabah bisa segera dibuka. Pasalnya, nasabah tidak terlibat langsung pada dugaan kasus yang melibatkan manajemen WanaArtha. Karena itu, hak mereka atas dana pribadi bisa kembali diterima. Selain itu, penanganan kasus ini bisa berdampak negatif pada citra perasuransian nasional.

“Kami akan selalu mendukung setiap upaya para nasabah WanaArtha dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Kami tidak ingin pemblokiran rekening WanaArtha akan memberikan preseden buruk bagi bisnis asuransi di masa mendatang,” kata Fathan.

Pada kesempatan yang sama, Parulian Sipahutar menyatakan, sebagai perwakilan nasabah pihaknya akan terus memperjuangkan hak mereka. Dua manfaat pemegang polis yang terganggu saat ini berupa pencairan polis yang sudah jatuh tempo dan manfaat tunai bulanan yang mulai tersendat.

“Kami sangat berharap kepada Kejaksaan Agung dan OJK untuk mempertimbangkan dampak atau efek domino dari pemblokiran rekening WanaArtha kepada kehidupan kami. Sungguh kami berharap pemblokiran rekening segera dibuka dan kami pun mendapatkan hak-hak kami,” tegas Ruli.

Pemblokiran rekening nasabah telah terjadi sejak Januari 2020, yang diikuti oleh langkah penyitaan pada April 2020. Kasus WanaArtha memiliki keterkaitan dengan kasus korupsi dan pencucian uang Asuransi Jiwasraya yang tengah dalam proses persidangan. Sebelumnya pihak WanaArtha Life telah mengajukan gugatan praperadilan karena menganggap penyitaan yang dilakukan oleh Kejagung tidak sah. Namun gugatan tersebut dinyatakan gugur oleh Hakim tunggal Merry Taat Anggarasih, pada 23 Juni 2020.

 

Editor: Edward Panggabean

More articles

Latest article