31.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

KPK Garap Bupati Labuhanbatu Utara, Terkait Dugaan Suap DAK APBN 2018

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Sumatera Utara – Sejumlah penyidik Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) RI melakukan pemeriksaan oknum Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kss di Mapolres Labuhanbatu, di kawasan Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis,  16 Juli 2020.

Penyidikan dilakukan KPK pengembangan kasus dugaan suap dana perimbangan DAK APBN-P 2017 dan APBN 2018 yang melibatkan oknum Kemenkeu Yaya Purnomo dan anggota DPR RI Amin Santono. Pemeriksaan Kss sebagai saksi dilakukan di ruangan aula Yanpiter.

“Penyidikan dalam rangka melengkapi pengumpulan alat bukti perkara yang sedang dilakukan penyidikan oleh KPK di Labura,” ungkap Plt Jubir KPK RI, Ali Fikri via pesan Whatsapp, Kamis, 16 Juli 2020.

Fikri mengatakan penyidik KPK selain memeriksa oknum Bupati Labura, Kss juga dilakukan pemeriksaan sejumlah pihak dan beberapa ASN di lingkungan Pemkab Labura.

“Juga diperiksa sejumlah PNS Labura dan beberapa pihak swasta untuk dikonfirmasi dan diperiksa penyidik. Terkait pengetahuan para saksi mengenai dugaan korupsi yang masih dalam proses penyidikan ini,” katanya.

Sebelumnya, selama dua hari pada Selasa dan Rabu, 14-15 Juli 2020, penyidik KPK telah melalukan penggeledahan di Kantor Bupati Labura dan Rumah Dinas Bupati Labura dan di komplek RSUD Aekkanopan di Jalan Lintas Sumatera Sawah Lebar Desa Sidua-Dua, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura. Pada kesempatan itu, KPK membawa sebanyak 2 koper warna hitam, 1 koper warna biru dan 1 dus kotak dokumen.

Amatan wartawan, para penyidik KPK yang keluar dari kantor Bupati langsung dikawal ketat personil Polres Labuhanbatu. Sejumlah penyidik tampak mengenakan rompi anti rasuah.

Tim penyidik KPK menggeledah di dua tempat yakni Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labura. Penggeledahan dibagi dua tempat, di Asahan di rumah oknum rekanan kontraktor, sedangkan Kab Labura di rumah oknum ASN inisial AS dan kantor bupati dan rumdis.

“Penggeledahan di Kisaran, Asahan di rumah Ml alias A (swasta),” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri kepada Sumut Pos.

Tim penyidik KPK, kata dia, sedang melakukan tahap pengumpulan alat bukti terkait penyidikan yang dilakukan KPK atas pengembangan perkara atas nama terpidana Yaya Purnomo.

Dari sana, lanjut Fikri diamankan sejumlah dokumen yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan sejumlah benda elektronik.

“Berikutnya Penyidik KPK akan segera melakukan penyitaan setelah mendapatkan ijin sita kepada Dewas KPK. Kontruksi perkara dan nama-nama pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan ini akan kami sampaikan lebih lanjut,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Pemkab Labura, Sugeng membenarkan penyidik KPK sedang melakukan pemeriksaan terhadap oknum bupati Kss.

“Infonya seperti itu,” kata Sugeng, Kamis kepada wartawan seraya menambahkan proses administrasi pemerintahan daerah Kabupaten Labura tetap berjalan lancar.

Editor: Leonard Siagian

Berita Terkait

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...