Masturoh, warga Kampung Irigasi, Cibadak, Lebak penerima PKH mencium beras dari Subdirve Bulog Lebak- Pandeglang. Foto:ProPublik.id/Aji
Masturoh, warga Kampung Irigasi, Cibadak, Lebak penerima PKH mencium beras dari Subdirve Bulog Lebak- Pandeglang. Foto:ProPublik.id/Aji

KPM PKH Bansos Bulog Konsumsi Beras Apek

ProPublik.Id, Banten – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020, terpaksa harus mengkonsumsi produk Bantuan Sosial Beras (BSB) tidak layak konsumsi.

Produk bantuan yang digulirkan Kementrian sosial (Kemensos) tersebut, yang penyalurannya oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Lebak-Pandeglang tersebut. Berbau apek dan tidak terasa enak saat di konsumsi.

Dituturkan Masturoh, warga Kampung Irigasi, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Banten. Terpaksa menerima beras tidak layak konsumi dari Subdirve Bulog Lebak- Pandeglang selaku penyalur Bansos PKH pada Senin lalu.

“Aromanya bau apek pak, bau bahan pengawet, kalau di masak lalu dimakan di lidah tak berasa. Ya mau gimana lagi pak, kami orang awam yang tidak bisa protes pada pemerintah. Sekalipun beras bansos ini tidak layak konsumsi,” keluhnya.

Kepala Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Ucup Suproni menegaskan jika bantuan beras tersebut tidak layak dikonsumsi, kenapa tidak untuk digantik oleh Bulog selaku penyalur.

“Kalau faktanya tidak layak konsumsi, ya, Bulog harus tanggung jawab mengganti ke masyarakat. Karena, bantuan itu juga kan menggunakan uang negara,”katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (15/10/2020).

Semantara itu, Kepala Divisi Regional Perum Bulog Lebak-Pandeglang Meita Novarian saat dihubungi melalui via whatsAppnya, mengaku bahwa ia sedang rapat di Jakarta.

“Saya lagi rapat evaluasi di Jakarta,” tandasnya.

Editor: Edward Panggabean

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa komentarmu?