26.1 C
Jakarta
Jumat, Maret 5, 2021

Kuartal I 2020, MAP Cetak Pendapatan Bersih Rp 4,71 Triliun

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 4,71 triliun kuartal pertama tahun 2020 yang berakhir pada 31 Maret 2020.

“Sedangkan pada kuartal pertama 2019, MAP mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 4,68 triliun,” kata Ratih D. Gianda, VP Investor Relations & Corporate Communications MAP Group, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Sebagai dampaknya, kata Ratih, laba usaha menjadi sebesar Rp 161,4 miliar, menurun dari Rp 286,9 miliar pada kuartal pertama 2019. Sedangkan, EBITDA tumbuh sebesar 57,8% menjadi Rp 779,5 miliar dan laba bersih menjadi Rp 27,3 miliar, menurun dari Rp 166,8 miliar.

Kinerja pada kuartal pertama ini, kata Ratih, telah mengadopsi standar akuntansi baru, yakni PSAK 73 Sewa (IFRS 16 Leases).

“Penerapan PSAK 73 ini mengakibatkan berkurangnya laba bersih sejumlah Rp 30 miliar, menjadi Rp 27,3 miliar dari yang seharusnya Rp 57,3 miliar. Dengan menerapkan metode retrospektif yang telah dimodifikasi, perusahaan tidak akan melakukan pengungkapan kembali pada pembukuan kinerja tahun buku 2019,” ujar Ratih.

MAP, kata Ratih, beradaptasi dengan keadaan baru, yaitu perusahaan memprioritaskan kecepatan dan respons dalam memastikan pelanggan untuk selalu mendapatkan akses terhadap produk dan merek MAP.

Fokus utama MAP saat ini, menurut Ratih, adalah meningkatkan penjualan melalui omni channel, melakukan penghematan melalui sejumlah efisiensi biaya, serta berkomunikasi secara intensif dengan para pemilik merek dan vendor.

“Kami juga telah melakukan investasi dalam meningkatkan kemampuan online, mobile dan media sosial perusahaan,” ujar Ratih.

Kehadiran DIGIMAP, kata Ratih, juga bertepatan dengan anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah (WFH), sehingga para eksekutif dan konsumen muda dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan digital seperti komputer, telepon genggam, dan aksesoris pelengkapnya untuk memaksimalkan waktu di rumah. Demikian juga dengan
pencapaian gerai supermarket Foodhall, telah melebihi target melalui penyediaan kebutuhan dasar dan perlengkapan kebersihan yang diperlukan masyarakat.

Selain itu, Divisi Food & Beverage, seperti Starbucks, Pizza Marzano, Genki Sushi, PAUL Bakery, Burger King dan Domino’s Pizza tetap melayani para pelanggan setianya

melalui jasa pengiriman online atau jasa antar sesuai prosedur standar operasional yang berlaku.
Inisiatif utama lainnya juga diperkenalkan di tengah pandemi Covid-19 antara lain program Chat & Buy. Pelanggan dapat berbelanja melalui aplikasi Whatsapp, menambah jalinan kemitraan dengan marketplace dan perusahaan teknologi finansial, serta bekerjasama dengan para influencer digital untuk meningkatkan penjualan dan interaksi dengan publik.

“Pada masa yang akan datang, kami juga akan terus memanfaatkan kekuatan atas lebih dari 3,1 juta anggota MAPCLUB. Melalui semua inisiatif ini, pada akhir Maret 2020 penjualan digital MAP mengalami peningkatan lebih dari 100%,” jelas Ratih.

Sejak 15 Juni lalu, pemerintah Indonesia secara bertahap telah membuka kembali pusat perbelanjaan, restoran dan destinasi rekreasi sebagai upaya untuk membangun kembali ekonomi yang terimbas dampak pandemi. Untuk mendukung kesehatan dan keselamatan para pelanggan dan karyawan, MAP menerapkan standar keselamatan
dan protokol kesehatan yang ketat di seluruh gerai yang dikelolanya, termasuk melakukan pembersihan secara mendetil dan teratur, melakukan disinfektasi area gerai, serta pengecekan suhu tubuh.

Mereka diwajibkan menjaga jarak aman, mengenakan masker, hand sanitizer dan bertindak hati-hati baik dalam transaksi berbelanja saat melakukan pembayaran tunai ataupun nirkontak.

“Mengingat situasi yang penuh perubahan dan ketidakpastian selama pandemi, kami tidak memberikan panduan keuangan untuk tahun 2020,” jelas Ratih menutup pernyataannya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...