31.8 C
Jakarta
Selasa, Maret 2, 2021

Laporan “Mangkrak” 6 Bulan di Polsek Pasar Minggu

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta – Laporan Pengaduan pengeroyokan terhadap wartawan Senior rakyatmerdekanews.com berinisial (ISP) sampai saat ini belum menemukan titik terang alias belum di proses hukum.

ISP melaporkan dirinya yang mengalami pengeroyokan di jalan Raya Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan pada tangal 7 Desember 2019 sekitar pukul 22.05 WIB, ia pun langsung laporkan peristiwa itu ke Polsek Pasar Minggu.

Menurut ISP, pada saat kejadian tersebut, ia sedang mengendarai mobil dengan nopol BXXXTBI bersama LFT di jalan Raya Rawa bambu. Dari sisi kiri mobilnya, ada mobil dengan nopol FXXXDY yang mencoba mendahului mobil yang ia kendarai. Karena merasa posisi mobil tersebut saat menyalip terlalu mepet ke mobilnya dan posisi jalan raya ada penyempitan jalan, ISP pun mengarahkan mobilnya ke sisi kanan.

Saat ISP mengarahkan mobilnya ke kanan, ia mengaku sempat membentur mobil dengan nopol BXXXXTYO yang ada di sisi kanan mobilnya. Menurut penuturan ISP, tiba-tiba pengemudi mobil FXXXDY menghentikan mobilnya dengan posisi di depan mobil ISP. Pengemudi mobil FXXXDY tersebut turun dan menghampirinya.

“Dia marah ke saya sambil menunjuk mobil yang terserempet mobil saya. Dia bilang, “Itu mobil saya”, lalu memukul saya. Kemudian ada satu orang lagi dari mobil yang sama juga memukul saya.” kata ISP melalui WhatsApp kepada propublik.id, Senin (28/6/2020) malam.

Lanjutnya, karena tidak mau terlibat dalam perkelahian dan situasi lalu lintas yang menjadi macet, ISP pun meminta agar permasalahan tersebut diselesaikan di Polsek Pasar Minggu. Ia kemudian memutuskan untuk mengendarai mobilnya yang sempat berhenti di tengah jalan tersebut.

Sekitar 200 meter dari tempat kejadian, ISP melihat mobil BXXXXTYO berada di pinggir jalan. Pengemudi mobil tersebut memberi isyarat meminta mobilnya untuk menepi.

“Karena merasa terancam, saya pun melarikan mobil saya sambil bilang kita selesaikan saja di Polsek Pasar Minggu,” ujarnya.

ISP mengaku sempat terjadi kejar-kejaran antara dirinya dengan mobil tersebut. Bahkan ditengah kejar-kejaran tersebut, ISP mengaku mobilnya sempat digedor oleh seseorang dari mobil BXXXXTYO.

Sesampai di Polsek Pasar Minggu, ia pun melaporkan kejadian tersebut kepada petugas jaga Polsek setempat. ISP pun menerima surat tanda terima laporan dengan nomor 817/K/XII/2019/Polsek Psm. Hingga laporan tersebut selesai dibuat, para terduga pelaku pengeroyokan wartawan tersebut tidak datang ke Polsek yang dimaksud.

Usai membuat laporan, ISP mengaku bersama LFT sempat dipanggil ke Polsek Pasar Minggu pada tanggal 10 Desember 2019 untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Setelah itu, ia mengaku tidak mendapatkan informasi apapun dari pihak Polsek Pasar Minggu.

Pada tanggal 2 Juni 2020, ISP mendatangi Polsek Pasar Minggu untuk menanyakan perkembangan laporan pengaduannya. Ia mengaku, petugas Polsek Pasar Minggu menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk memproses laporan pengaduan ISP.

Menurut penuturan ISP, petugas tersebut memberi tahu bahwa pihak kepolisian setempat telah memanggil terlapor.  Dikatakan juga bahwa para terduga pelaku pengeroyokan wartawan rakyatmerdekanews.com tersebut mengakui telah melakukan tindakan kekerasan terhadap ISP.

“Tapi kata petugas tersebut, masalah tersebut tidak bisa diproses lebih lanjut karena harus ada saksi ahli. Setahu saya kalau pasal 170 KUH Pidana (pengeroyokan-red) itu tidak harus pakai saksi ahli. Terduga sendiri sudah mengakui kalau mereka memukul saya, dua-duanya kata petugasnya sudah mengakui. Kenapa belum ditahan?” kata ISP.

Berdasrkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 2 Juni 2020, pihak kepolisian setempat telah melakukan beberapa tindakan,. Diantaranya, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap beberapa orang dengan status sebagai saksi. Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi untuk meminta status identitas kendaraan.

Wartawan online ini mengaku ingin masalah pengeroyokan terhadap dirinya segera diproses secara hukum. Menurutnya, tenggang waktu 6 bulan dirasa sudah cukup lama untuk sebuah kasus pengeroyokan. Terlebih lagi para terduga juga sudah mengakui perbuatannya.

Karenanya, ISP pun meminta para “hakim jalanan” ini segera ditahan dan dijadikan tersangka.

“Jangan sampai orang yang justru patuh pada hukum justru tidak mendapatkan keadilan. Saya minta mereka segera ditahan dan diadili,” tandas ISP.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...