31.7 C
Jakarta
Selasa, November 24, 2020

Layanan Spa Bayi, Peluang Usaha Prospektif Pasca Pandemi Covid 19

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Jakarta, Propublik.id – Berbagai peluang usaha pasca Pandemi Covid 19 semakin beragam, salah satunya adalah layanan spa, sekarang ini tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, layanan tersebut ternyata dibutuhkan oleh bayi. Spa ternyata memiliki banyak manfaat untuk bayi, diantaranya memberi efek melancarkan peredaran darah, sehingga perkembangan si kecil akan lebih pesat pada usia pertumbuhannya. Kini, layanan Spa untuk bayi sudah banyak tersedia di beberapa rumah sakit. Paketnya berbagai macam seperti pijat bayi umur 0-2 tahun, pijat bayi plus berenang.

“Kalau layanan Spa diberikan secara rutin, akan berpengaruh pada sistem metabolisme tubuh dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh si kecil agar tidak mudah terserang penyakit,” ujar Arief Rahman Hakim, praktisi pelatihan Baby Spa dari Kusuma Global dan Insed Education, dalam keterangan Pers nya, Selasa (20/10).

Menurut Arief, Spa juga bisa memberikan efek relaksasi, sehingga si kecil bisa tumbuh dengan ceria dan membantu membentuk pribadi, ceria, supel dan mandiri, serta bisa meningkatkan kualitas tidur. “Seperti kita ketahui, perkembangan otak bayi terjadi selama masa tidurnya. Jadi ini penting buat anak-anak,” tambahnya.

Layanan Baby Spa

Layanan Spa bayi juga tersedia yang dibuka oleh kalangan sendiri dengan membuka klinik di perumahan. “Usaha klinik Baby Spa sangat prospektif. setelah ikut pelatihan, saya langsung buka dan sambutan masyarakat ternyata sangat antusias,” Dewi Ritnowati, S.SiT perempuan asal Pati Jawa Tengah yang pernah mengikuti pelatihan Mom and Baby Spa.

Dewi tidak mau menyebut berapa nominal usaha klinik Spa Bayi yang dia miliki. “Ya setara dengan harga Honda Beat lah,” imbuhnya.

Bagi Anda kalangan praktisi kesehatan dan masyarakat umum yang ingin memiliki kemampuan profesional di bidang baby spa, Insed Education akan menyelenggarakan pelatihan Mom and Baby Spa pada tanggal 7- 8 Nopember 2020 di Hotel HOM Bekasi. Peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, mendapat materi teori dan praktik pijat dan spa bayi, serta pelayanan kesehatan untuk ibu menyusui.

Disamping itu, peserta juga akan mendapatkan bimbingan terus menerus oleh pelatih pasca kegiatan melalui grup whatsap. Sehingga bisa menjadi profesional yang terampil dan bisa mendirikan klinik Spa secara mandiri.

Arief yakin usaha di bidang baby spa akan menjadi favorit pasca pandemi. “Karena masyarakat kita kan semakin peduli dengan masalah kesehatan,” pungkas dia.

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Realisasi Penerimaan Pajak Hingga Oktober Rp 991 triliun

  Propublik.id, Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparan terkait kondisi APBN Oktober 2020 menjelaskan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Oktober 2020 mencapai Rp 991 triliun. "Ini...

Adaptasi Baru Jadi Peluang untuk IKM Kosmetik

Propublik.id, Jakarta-Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menilai pandemi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru membawa perubahan pola hidup...