1.5 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Mahfud MD: Operasi Penangkapan Djoko Tjandra Telah Dimulai sejak 20 Juli

Must read

Propublik.id, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan operasi penangkapan buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra telah dilaporkan kepada dirinya oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebelumnya.

“Operasi itu sudah dirancang sejak 20 Juli,” ungkap Mahfud saat diwawancarai Kompas TV, Kamis (30/7/2020) malam.

Dia menjelaskan, skenario operasi dilaporkan kepada dirinya oleh Kabareskrim. Menurut Kabareskrim, rencana operasi tersebut hanya disampaikan kepada tiga orang, yakni Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Mahfud selaku Menkopolhukam.

Setelah melaporkan rencana tersebut, pada tanggal 20 Juli Kabareskrim dan tim berangkat ke Malaysia. Karena telah mengetahui rencana tersebut maka Mahfud merasa tertangkapnya buron berjuluk The Joker itu tinggal menunggu waktu.

“Dan waktu itu sudah tiba tanggal 30 (Juli) ini,” ujar Mahfud.

Di tempat terpisah, Kabareskrim Komjen Listyo S. Prabowo mengungkapkan penangkapan terlaksana berkat kerjasama kepolisian dua negara (Police to Police/P-to-P) antara Polri dan Kepolisian Diraja Malaysia.

“P-to-P sudah dilakukan seminggu sampai dua minggu,” terang Komjen Listyo saat jumpa pers penangkapan Djoko Tjandra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam.

Dia menjelaskan, komunikasi antara kepolisian kedua negara diintensifkan sejak Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri untuk melakukan penangkapan The Joker, julukan Djoko Tjandra. Presiden juga memerintah Kapolri untuk menyelesaikan segala proses hukum yang berkaitan dengan sang buron.

Kapolri Jenderal Idham Azis lantas membentuk tim khusus yang dikepalai Kabareskrim. Tim tersebutlah yang melakukan kerjasama P-to-P hingga akhirnya mendapatkan informasi keberadaan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur Malaysia.

Kabareskrim mengungkapkan, penangkapan dilakukan oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Kemudian, dilakukan serah terima tahanan di wilayah yurisdiksi RI.

 

Editor: Edward Panggabean

More articles

Latest article