26.5 C
Jakarta
Jumat, Januari 22, 2021

Marissa Hutabarat: Diaspora Indonesia Terpilih Jadi Hakim di Amerika Serikat

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id | Amerika Serikat — Pengalaman sebagai pengacara cedera pribadi (personal injury attorney), dan terbiasa membantu orang-orang yang cedera, akibat kelalaian perusahaan-perusahaan farmasi besar, atau kasus-kasus terkait rokok, mengantarkan Marissa Hutabarat sebagai hakim perdata, di Kota New Orleans, Amerika Serikat.

“Mimpi jadi kenyataan,” ungkap Marissa seperti dikutip dari VOA baru-baru ini di New Orleans.Marissa. Marissa menuturkan, sebagai pengacara menangani berbagai kasus di pengadilan, sangat membantu dirinya memahami sudut pandang orang-orang yang berkasus. Setelah terpilih sebagai hakim, Marissa menegaskan akan membuat setiap pihak yang berperkara di pengadilan merasa suara mereka didengar, diterima, dan dihormati oleh hakim yang adil dan tanpa memihak.

Marissa mengaku bangga sebagai orang Indonesia, meski lahir dan besar di Amerika dan belum pernah ke Indonesia. Dia merupakan keturunan Indonesia dari sang ayah, sementara darah Tionghoa dan Thailand mengalir dari sang Ibu. Sejak kecil, Marissa dibesarkan dengan nilai-nilai budaya Indonesia dimana keluarga dianggap penting. Neneknya ikut membantu membesarkan dirinya karena kedua orang tuanya bekerja penuh waktu ketika Marissa kecil dan ketika besar, ia gantian ikut memjaga adik-adiknya agar orang tuanya tetap bisa menekuni profesi mereka.

Meski tidak bisa berbahasa Indonesia, Marissa berencana untuk segera belajar. “Paling tidak cukup untuk bisa mengerti,” ujarnya. Ia juga mengaku diajari Bahasa Batak oleh opungnya (kakeknya-Red). Marissa Hutabarat terpilih menjadi hakim dalam pemilu lokal di kota New Orleans tanggal 15 Agustus 2020 lalu, setelah mengalahkan pesaingnya yang juga dari Partai Demokrat.

Berita keberhasilan Marissa menjadi hakim beredar luas di dunia maya, sehigga Marisa dibanjiri ucapan selamat dari orang-orang yang bahkan tidak dia kenal. “Mereka menghubungi saya lewat Facebook, Instagram, bahkan lewat Twitter, meskipun saya tidak punya akun Twitter,” ungkap Marissa. “Rasanya luar biasa sekali menerima ucapan selamat dari orang-orang Indonesia yang tidak kenal saya. Dan ini membuat saya jadi semakin bangga jadi orang Indonesia. Dan saya bersyukur saya orang Indonesia,” imbuhnya.

Editor: Dwi Christianto

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Mengharukan…Wakapolres Subang Bangun Rumah Tidak Layak Huni Milik Kopka Hamim

Subang – Kopka Hamim Mulyono salah satu Anggota Koramil Purwadadi yang baik dalam penugasan, namun disatu sisi kehidupan pribadinya cukup memprihatinkan, dimana yang bersangkutan...

Kades Tanjung Siang Subang Dukung Komjen Listyo Jadi Kapolri

SUBANG //- Pencalonan Kepala Bareskrim (Kabareskrim Polri) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Subang. Masyarakat Kabupaten Subang...