25.3 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Menteri ESDM Minta Harga Gas Tidak Berikan Tekanan pada Industri Nasional

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta distributor gas industri untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan daya saing industri nasional. Salah satu bentuk dukungan itu adalah melalui penyediaan gas industri dengan harga yang kompetitif.

“Jangan jadikan gas ini sebagai komoditas (yang) memberi tekanan industri nasional,” kata Arifin Tasrif melalui konferensi virtual, Senin (31/8/2020).

Pernyataan ini disampaikan Menteri ESDM saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT PGN (Persero) dengan PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) dan PT Pertagas Niaga dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Arifin menegaskan bahwa gas tidak hanya ditinjau pada sisi hulunya, yakni produksi. Perhatian juga perlu diberikan pada hilirisasi gas untuk kebutuhan industri. Dengan demikian, komoditas gas akan memberikan nilai tambah sekaligus mendukung kinerja industri yang membutuhkan pasokan gas.

Selain dibutuhkan sebagai bahan baku industri pupuk, Arifin juga menyinggung kepentingan hilirisasi gas untuk program biofuel 30 persen (B 30). Produksi biofuel membutuhkan methanol yang merupakan hilirisasi dari gas bumi.

“Jadi gas ini sangat vital, bisa dibikin macam-macam produk. Untuk itulah kita perlu berkoordinasi, bagaimana kita bisa merencakanan pengembangan industri kimia ini berbasis gas ke depan,” ucap Menteri Arifin.

Untuk menekan harga gas industri, Arifin juga meminta kepada pemasok agar melakukan efisiensi dalam produksi dan distribusi.

Kebijakan Menteri ESDM ini mendapatkan apresiasi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman. Dia mengakui PJBG ini akan membuat industri pupuk mendapatkan harga gas yang lebih murah dibandingkan harga yang dipatok sebelumnya.

“Bagi kami di industri pupuk, jaminan gas dan harga yang lebih kompetitif ini tentunya akan memberikan kontribusi efisiensi terhadap beban subsidi pemerintah dan juga mendorong peningkatan daya saing. Penghematan subsidi yang dihasilkan dari penghematan harga gas ini mencapai Rp 1,4 triliun pertahun untuk keseluruhan Pupuk Indonesia grup,” kata Bakir.

Sebagaimana diketahui, harga gas industri menjadi polemik yang berlangsung selama bertahun-tahun. Industri dalam negeri yang mengandalkan bahan baku dari gas mengeluhkan sulit bersaing dengan kompetitor luar lantaran harga gas dalam negeri yang terlalu tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara se-kawasan ASEAN. Padahal, Indonesia adalah negara produsen gas.

Masalah ini kemudian ditanggapi Presiden Joko Widodo. Dia mengeluarkan Perpres No.40 Tahun 2016 tentang Harga Gas Industri. Perpres ini menetapkan harga gas yang lebih kompetitif untuk beberapa sektor industri, yakni pada harga US$ 6/mmbtu.

Namun, realisasi Perpres tersebut sempat tertunda cukup lama. Hingga kemudian pada era Menteri Arifin Tasrif keluar Permen ESDM Nomor 8 tahun 2020 dan Permen ESDM Nomor 10 tahun 2020. PJBG kali ini disebutkan Arifin merupakan realisasi dari kedua Permen tersebut.

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...