28.6 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

Menteri PPN Sebut Perlindungan Ekosistem Masuk Dalam Komitmen Global SDGs

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas menghadiri acara Kick off Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang (COREMAP-CTI) yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2020 di Jakarta.

Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian PPN/Bappenas juga mengandeng, pemerintah daerah, ICCTF dan mitra pelaksana.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang begitu besar. Luas terumbu karang di Indonesia mencapai 25 ribu kilometer persegi dengan 69% jenis terumbu karang di dunia dapat ditemukan di perairan Indonesia.

“Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi sumber daya ikan sebesar 12,54 juta ton/tahun dan 37% jenis ikan di dunia hidup di seluruh wilayah perairan Indonesia,” ungkap Menteri Manoarfa, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Kata dia, pengelolaan sumber daya pesisir yang baik dan benar menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Perlindungan ekosistem ini masuk dalam komitmen global yang dituangkan dalam tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) butir ke 14 tentang kehidupan bawah laut.

“Pemerintah juga telah menjadikan komitmen menjaga keanekaragaman hayati di laut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 poin 1 tentang ketahanan ekonomi, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, dalam SDGs 14, pelestarian wilayah pesisir, pengelolaan dan perlindungan ekosistem pesisir dan laut serta peningkatan manfaat ekonomi menjadi kelompok target yang harus dapat dicapai untuk menunjang pembangunan berkelanjutan.

Dikatakan dia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dalam program ini berperan sebagai enabler, dimana Bappenas menjadi wadah dalam pembangunan partisipatif dengan prinsip THIS (Thematic, Holistic, Inter-Connected, dan Spatial).

“Ini diimplementasikan dalam bentuk pilot project seperti yang akan dilakukan melalui COREMAP–CTI,” tutur dia.

Menteri Manoarfa berharap dari rangkaian kegiatan ini akan terbangun pemahaman dan juga kesepahaman dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan terutama tentang program-program COREMAP-CTI yang akan dilakukan oleh Indonesia Climate Change Trust Fund atau kita kenal dengan ICCTF dan para mitra pelaksana. Adapun kegiatan COREMAP-CTI ini mendapat dukungan dari World Bank dan Asian Development Bank.

“Untuk implementasi kegiatan ini, intervensi yang dilakukan adalah dengan memberikan dana kepada Organisasi Masyarakat Sipil, Kelompok Masyarakat, Universitas dan pihak swasta dalam bentuk paket kegiatan untuk melakukan berbagai kegiatan peningkatan usaha ekonomi masyarakat dan kegiatan konservasi lainnya,” katanya.

Lanjut dia, apalagi di masa Pandemi ini penguatan dan perbaikan menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan, dimana sumber daya pesisir menjadi salah satu sektor yang akan menguatkan dan memulihkan kembali perekonomian masyarakat.

“Besar harapan kami agar kegiatan pelestarian terumbu karang ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang ada di wilayah bagian timur Indonesia, Karena kegiatan COREMAP-CTI ini merupakan triger atau stimulus pasca pandemi COVID-19 untuk menggerakan kegiatan lain dibidang ekonomi di daerah tersebut,” tutup menteri Monoarfa tersebut.

Editor: Edward Panggabean

 

Berita Terkait

Berita Terkini

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...