31.7 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Dihantam COVID, Dirut Krakatau Steel Yakin ‘Tidak Ada Kata Senja di Industri Baja’

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengumumkan peluncuran logo baru yang menandai semangat manajemen perusahaan plat merah tersebut untuk melakukan inovasi agar dapat bertahan di era kebiasaan baru.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam sambutanya kepada manajemen Krakatau Steel dalam acara peluncuran logo secara online Jumat (28/08/2020), mengatakan bahwa produsen baja terbesar di Indonesia tersebut tidak mengenal kata senja dalam bisnisnya, karena baja merupakan bahan dasar dalam berbagai proyek pembangunan gedung.

Menurut data industri, trend kebutuhan baja dalam negeri terus meningkat. Seperti di 2022, kebutuhan baja dalam negeri diperkirakan dapat mencapai 19 juta ton dan terus meningkat hingga 23,34 juta ton di tahun 2025.

Meskipun, pandemi Covid-19 tak bisa dipungkiri mempengaruhi pasokan baja yang saat ini tengah over supply dipasar global, sehingga produsen baja mencari negara target market yang mudah untuk dapat dimasuki, salah satunya Indonesia. Hal ini menyebabkan persaingan menjadi semakin sengit di dalam negeri.

Kendati demikian, Silmy, yang pernah menjadi Direktur Utama PT Pindad, produsen alat pertahanan yang juga BUMM, tetap mendorong para direksi Krakatau Steel untuk terus berinovasi dalam menjalankan bisnis di era kebiasaan baru ini seperti diantaranya, dengan lebih memperbanyak aneka produk baja yang dihasilkan.

Silmy mengatakan dari kapasitas produksi baja dalam negeri yang mencapai 4,9 juta ton per tahun, utilisasinya belum 100 persen. Pasalnya, industri di Indonesia diserbu oleh baja impor. Padahal, kapasitas produksi hot rolled coil masih di atas permintaan tahunan di Indonesia. Sebagai contoh, pada 2019, produksi hot rolled coil 1,37 juta ton, sementara volume permintaan mencapai 2,6 juta ton.

Ganti Logo Setelah 50 Tahun

Peluncuran logo baru merupakan gebrakan cukup progresif untuk perusahaan plat merah itu, yang selama 50 tahun terakhir menggunakan logo berbentuk Ladle (wadah peleburan besi dalam proses produksi baja) warna merah, yang menjadi ciri khas perusahaan tersebut.

Dalam logo barunya, Krakatau Steel mengusung warna biru untuk logo berbentuk K yang terdiri dari 3 (tiga) komponen yang memiliki makna Progressive, Collaborative, dan Robust.

Progressive bagi Krakatau Steel memiliki makna hadir sebagai perusahaan yang inovatif, bergerak beriringan dengan industri, serta mampu menghadapi segala tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya.

“Sebagai perusahaan yang mengusung nilai Progressive kami berupaya untuk terus maju dan berkembang. Inovasi sangat penting dilakukan untuk melahirkan ide-ide baru yang mendukung kinerja perusahaan serta tentunya harus dapat memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara, khususnya pada industri baja nasional,” jelas Silmy.

Bentuk aplikasi nilai Progressive adalah adanya program hilirisasi produk baja yang merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk Krakatau Steel dan mengoptimalkan utilisasi industri baja dalam negeri.

“Kami memanfaatkan pabrik-pabrik milik mitra yang didukung oleh bahan baku yang diproduksi oleh Krakatau Steel. Ini merupakan terobosan baru untuk meminimalkan biaya investasi, perluasan varian produk Krakatau Steel, serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Silmy.

“Krakatau Steel mengedepankan semangat sharing economy yang saat ini sedang banyak dilakukan hampir di seluruh dunia. Peningkatan utilisasi pabrik baja hilir akan menjadi hal yang positif untuk industri baja dalam negeri, khususnya dalam rangka mengurangi impor produk baja yang 3 (tiga) tahun terakhir sangat tinggi sekaligus turut mendukung perkembangan para pengusaha nasional,” jelas orang nomor satu di Krakatau Steel tersebut.

Selanjutnya, kata Silmy, dalam mengusung nilai Collaborative Krakatau Steel memegang teguh komitmen sebagai rekan dan mitra terpercaya yang menumbuhkembangkan potensi satu sama lain. Dengan teknologi dan digitalisasi, kolaborasi menjadi semakin mudah dan dampak yang dapat dicapai bisa lebih besar.

Sedangkan Robust memiliki makna kuat dan kokoh. Sehingga dengan semangatnya yang baru, Krakatau Steel dapat menyokong pembangunan infrastruktur serta menjadi perusahaan mumpuni yang mampu mendukung industri nasional.

Pada hari yang sama juga diumumkan tagline baru perusahaan, yakni “Explore to Empower Krakatau Steel” yang membawa semangat memberikan dorongan kekuatan agar dapat membangun kemandirian industri nasional, menciptakan kemakmuran masyarakat, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang.

Berbekal semangat baru tersebut, Silmy meyakini Krakatau Steel dapat terlahir kembali untuk menikmati kebangkitan dan kejayaan dimasa mendatang.

“Dengan peluncuran logo baru Krakatau Steel, kami semua berharap Krakatau Steel dapat terus menjadi role model bagi seluruh pelaku industri baja nasional. Berkontribusi untuk bangsa dan negara, memajukan industri, pemenuhan kebutuhan baja untuk pembangunan infrastruktur, serta pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemic COVID-19,” tutup Silmy.

 

 

Berita Terkait

1 komentar

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...