Infografis oleh Morgan Stanley
Infografis oleh Morgan Stanley

Morgan Stanley: Pemulihan Ekonomi ‘Kurva V’ Cenderung Terjadi Lebih Cepat

Morgan Stanley (MS) merilis riset terbaru mengenai Global Macro Briefing yang berjudul “A Sharper V”. Riset yang disusun oleh Chetan Ahya bersama tim analis Morgan Stanley menunjukkan bahwa pemulihan yang menyerupai kurva V cenderung akan berlangsung lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya. Sinkronisasi pemulihan global seharusnya berlangsung pada kuartal kedua 2021 dengan semua mekanisme global yang menandakan pertumbuhan kuat. Namun, risiko terhadap pandangan Morgan Stanley tersebut adalah potensi lockdown yang agresif pada musim dingin dan ketidakpastian terhadap kebijakan fiskal.

Morgan Stanley  mengharapkan pemulihan yang lebih cepat ke situasi sebelum Covid-19: Morgan Stanley melihat ekonomi global dan negara-negara Developed Market (DM) akan mengalami seperempat kali percepatan pemulihan ke level sebelum COVID-19 dari perkiraan awal, masing-masing pada awal kuartal keempat 2020 dan kuartal ketiga 2021. Sementara itu, Amerika Serikat akan mencapai tingkat output pra-resesi dalam enam kuartal yaitu, pada kuartal kedua 2021, berbeda dengan masa krisis keuangan global yang membutuhkan waktu hingga 10 (dalam perkiraan sebelumnya, ekonomi AS  akan mencapai level sebelum Covid-19 pada kuartal keempat 2021).

Virus/Economy equation, dukungan medis, dan respons kebijakan mendorong terciptanya kejutan positif: Prospek dampak COVID-19 terhadap ekonomi telah berubah secara dramatis, dengan sebagian besar dari negara dengan perekonomian besar mampu mengangkat aktivitas ekonomi ke tingkat yang  lebih tinggi meskipun virus terus menyebar. Tim medis terus menciptakan kemajuan dalam melawan COVID-19, serta pengobatan dan perkembangan dalam penyediaan vaksin yang pesat. Pembuat kebijakan terus mengambil sikap lebih agresif dalam meghadapi virus yang dianggap sebagai guncangan eksogen ini.

 Kasus yang lebih kuat untuk inflasi: Pemulihan yang cepat sejak bulan Mei artinya ekonomi global akan meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Morgan Stanley meyakini bahwa inflasi akan muncul kembali di DM (developed market), terutama AS, dengan cara yang berbeda dari tiga siklus terakhir.

 Risiko pada pandangan Morgan Stanley: (1) Potensi lockdown agresif akibat infeksi yang meningkat di musim dingin; (2) Pemilu AS, potensi politik jalan buntu, dan ketidakpastian akan kebijakan fiskal,serta (3) Kebangkitan perang dagang AS-China.

Untuk melihat laporan lengkap Morgan Stanley terkait pemulihan global, silakan mengacu pada dokumen ini.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa komentarmu?