26.2 C
Jakarta
Selasa, Maret 2, 2021

Nasi Bakar Rawit 77 Eksis Ditengah Pandemi Covid-19

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Dampak wabah covid-19 ditengah masyarakat Indonesia membawa beban dalam hal kebutuhan ekonomi di setiap sendi kehidupan masyarakat terutama mereka yang telah berrumah tangga. Seperti dialami pasangan suami istri Sontri dan Evi Napitupulu, warga Pondok Kacang, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten itu.

Sontri dan Evi mengaku sejak wabah pandemi virus corona dan ajakan dirumah saja sekitar awal bulan Maret 2020, tak ayal usaha kulinernya bernama Nasi Bakar Rawit77 pun tak berjalan mulus. Lantaran konsumen yang kerap mampir tak seramai ketika awal dibukannya warung tersebut awal tahun 2020.

Tak kehilangan akal, Sontri dan Evi pun memiliki strategi jitu untuk menambah pundi-pundi ekonomi kelurganya. Dengan, cara jemput bola, yakni menjual nasi bakar, melalui pesanan via whatsapp atau online, dan langsung antar tanpa ongkos kirim (ongkir) dengan harga tetap Rp.15 ribu per bungkus.

“Jadi kami mulai strategi promosi, sejak pertengahan bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2020, Nasi bakar Rawit77 telah beredar dengan memberikan promo bebas ongkir,” ujar Sontri ketika berbincang-bincang dengan propublik.id, dikawasan Kalibata, Jakarta, Minggu 21 Juni 2020.

Sontri pun mengatakan, ketika pandemi covid-19 melanda dunia, khususnya Indonesia, para pecinta kuliner kehilangan kebebasannya dalam hal berburu makanan luar rumah yang “hemat, sehat dan nikmat” tersebut.

“Jadi memang berdampak sekali ekonomi kelurga saat pandemi ini, makanya kami giat terus kerjaan, penting halal ketika menjual nasi bakar rawit itu,” tutur Sontri yang juga membuka usaha Bimbingan Baca Solusi Kids Pra Sekolah itu.

Dia berharap meski transisi menuju new normal life berlaku, namun tetap waspada dalam berkumpul dan selalu ingat protokol kesehatan, untuk memutus mata rantai covid-19, sampai ditemukan vaksin tersebut.

“Kita sih berharap covid hilang ya, tapi sudah menjadi virus, ya kita menunggu saja vaksinnya, tentunya kita juga harus waspada, diantaranya jaga jarak saat berkerumun, cuci tangan, pakai masker dan makan-makan bervitamin, diantaranya makan sayur, buah dan ikan,” imbuhnya.

Sementara Evi mengaku dirinya berhenti bekerja pada akhir tahun 2019 lalu, lantaran ingin fokus mengurus rumah dan mengawasi pendidikan anak-anak yang telah menginjak pendidikan sekolah dasar.

“Namun, tidak ingin kehilangan insting bisnis, saya mencoba menggisi waktu luang, untuk menambah pemasukan keluarga dengan membuka dua usaha itu, bimbel dan nasi bakar. Ups baru berapa bulan berjalan, pandemi ada,” tutur Evi menambahkan.

Evi yang mantan sales manager sebuah perusahaan swasta di Jakarta, menambahkan ide nasi rawit 77 itu saat meracik bumbu yang resepnya diberikan keluarga. Setelah di coba, ada reaksi positif, dari situ kemudian melangkah untuk mengembangkan usaha tersebut.

“Ini merupakan resep tradisional keluarga yang turun temurun dan dipadukan dengan konsep kekinian, ternyata respon pasar cukup menggembirakan” tuturnya sambil tersenyum,” sambung Evi.

Selanjutnya, kata Evi mereka menerima saran dan masukan serta komentar, baik positif maupun negatif dari pelanggan setianya. Testimoni pelanggan menampilkan banyak pesan yang positif dan menggembirakan.

“Komentar pelanggan baik negatif dan positif selalu kami terima dengan ikhlas, sebagai acuan, untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kepada pelanggan,” tuturnya.

Untuk menciptakan berbagai pilihan Pelangan atau konsumen agar tak membosankan, Nasi Bakar Rawit pun menawarkan varian menu dengan 7 pilihan rasa, selain menu kuliner yang cukup diminati saat ini. Terlihat dari jumlah order yang meningkat setiap hari nya.

“Saat ini Nasi Bakar Rawit77 memiliki 7 pilihan rasa, yang paling diminati pecinta kuliner nasi bakar yaitu, ayam suwir, teri medan, ikan, daging telur asin, cumi kuah hitam, udang goreng mentega, ati kentang balado, dengan 3 level pedas, setengah pedes, pedes normal dan pedes banget, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa,” tandas Sontri sembari memberi ajakan kepada konsumen.

Editor: Nathalia

Berita Terkait

Berita Terkini

Diciduk Polisi Lagi, Tes Urine Millen Cyrus Positif Benzo

Propublik.id, Jakarta -- Selebgram Millen Cyrus kembali harus berurusan dengan aparat Polda Metro Jaya setelah terciduk saat berada di Kafe Brotherhood, Jakarta Selatan, pada...

650 Pendidik dan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin COVID-19

Propublik.id, Jakarta -- Pemerintah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga pendidik (PTK), yang ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal bagi 650 orang PTK...