25.3 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Opsi Reshuffle Kabinet Sudah Ada di Pikiran Presiden

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

 

Propublik.id, Jakarta-Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja kabinet dalam situasi krisis akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Mengingat belum ada progres signifikan dalam penanganan krisis, dia menegaskan siap mengambil langkah politik luar biasa.
“Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya,” ungkap Presiden dalam Sidang Paripurna Kabinet yang digelar di Istana Negara, Kamis (18/6/2020).

Menurut presiden, dalam situasi saat ini kebijakan dan kerja kabinet harus berbasis pendekatan krisis. Yang terjadi, menurut Jokowi, sebagian besar petinggi pemerintahan masih bekerja dengan standar normal.

“Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan ini suasana krisis,” tegas Jokowi.

Dia juga mengingatkan bahwa ekonomi nasional harus digerakkan. Untuk menggerakkan sektor riil bisa dimulai dari pos belanja pemerintah. Sayangnya, alokasi anggaran yang disediakan untuk penanganan krisis belum digulirkan secara maksimal.

Dia mencontohkan anggaran di bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun. Yang disalurkan baru sekitar 1,53 persen. Dia meminta tunjangan untuk dokter dan tenaga-tenaga medis lain segera dicairkan. Demikian pula, anggaran untuk belanja-belanja peralatan medis perlu dipercepat realisasinya.

Jokowi juga meminta dana bansos yang disiapkan segera disalurkan. Anggaran kementerian-kementerian yang berkaitan dengan publik perlu dicairkan agar uang bisa beredar di masyarakat. Melalui alokasi yang tepat sasar, belanja pemerintah tersebut bisa menjadi andalan untuk memicu pergerakan konsumsi publik hingga sektor UMKM dan industri manufaktur.

Dia mengingatkan, OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini akan terkontraksi sekitar minus 6 – 7,6 persen. Sementara itu, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi minus 5 persen.

Prediksi lembaga-lembaga ekonomi dunia tersebut harus dipahami sebagai situasi krisis. Karena itu dia mewajibkan kementerian dan lembaga negara menerapkan manajemen krisis. Bila dibutuhkan Perppu dan Keppres, presiden menegaskan siap mengeluarkan sesuai masukan kementerian/lembaga terkait.

“Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Ini kerjanya mesti extraordinary,” tandas Jokowi.

Sidang Paripurna Kabinet Indonesia Maju terkait penanganan Covid-19 ini berlagsung pada 18 Juni 2020. Namun, videonya baru dipublikasi pada 28 Juni 2020 oleh akun Sekretariat Presiden melalui kanal Youtube.

 

Editor: Edward Panggabean

Berita Terkait

Berita Terkini

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan di Sumba Tengah, NTT Akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Propublik.id, Sumba Tengah, NTT -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan luas lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan...

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...