26.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 6, 2021

Pariwisata & Ekonomi Kreatif Layak Jadi Ujung Tombak Ekonomi RI

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) berikhtiar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) menjadi garda depan dalam transformasi ekonomi tahun 2020-2024. Transformasi dimaksud adalah basis komoditas dan bahan mentah yang selama ini menjadi andalan ekonomi RI dapat digantikan oleh produk dan layanan bernilai tambah.

“Bahwa sektor parekraf ini untuk rencana pengembangan 5 tahun ke depan telah dicanangkan sebagai ujung tombak transformasi ekonomi 2020-2024. Lima tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi kita tidak lagi berbasis pada bahan mentah, tetapi bertransformasi menjadi nilai tambah,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Sosio-Antropologi Kemenko Marves Tukul Rameyo Adi, dalam Pertemuan virtual Optimalisasi Fasilitasi Kekayaan Intelektual Sektor Parekraf dalam Tatanan Kenormalan Baru, di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dia menjelaskan, nilai tambah sektor pariwisata dapat dihadirkan melalui pengembangan destinasi unggulan. Sementara itu, untuk sektor ekonomi kreatif dan ekonomi berbasis digital pengembangan nilai tambah dapat dilakukan melalui produk dan layanan kuliner, fashion, kriya, aplikasi dan konten digital seperti film, musik dan games.

Menurut Rameyo, nilai tambah parekraf sangat besar secara target untuk dijadikan tombak ekonomi. Beberapa program yang dipersiapkan untuk mencapai target dimaksud antara lain pendampingan dan inkubasi, pengembangan center of exellence, fasilitas inovasi dan penguatan sistem branding, pengembangan dan revitalisasi ruang kreatif/ klaster/ kota kreatif dan Be Creative District (BCD), penerapan dan komersialisasi hak atas kekayaan intelektual (HKI), serta penguatan rantai pasok dan skala usaha kreatif.

“Dalam hal ini yang saya berikan highlight adalah HKI. Dukungan HKI terhadap nilai tambah ekraf targetnya lumayan tinggi, dari 1000 T (rupiah) di tahun 2018-2019, ingin ada peningkatan tambahan sekitar 700 T pada tahun 2024. Ini luar biasa dan memang perlu berkolaborasi. Meskipun target yang diputuskan sebelum COVID-19, tentunya ada kemungkinan dievaluasi kembali setelah memasuki tatanan new normal,” sambung Rameyo.

Dia menjelaskan, ikhtiar pemerintah mengembangan sektor Parekraf tak lepas dari hasil sejumlah kajian. Salah satu yang disebutkan adalah Kajian Indef. Menurut Indef, pertumbuhan ekonomi RI akan semakin aman jika didukung strategi pertumbuhan endogen (endegenous growth). Maksudnya, pertumbuhan didorong bukan oleh investasi besar-besaran melainkan berbasis industri dan inovasi yang didukung industri kreatif sebagai ujung tombak, bukan teknologi tinggi.

“Mengutip Indef, dia menambahkan, daya saing RI sebetulnya berada pada keanekaragaman alam dan budaya yang dimiliki Indonesia. Ini akan melahirkan berbagai macam kekayaan intelektual. Oleh karena itu Indef menyarankan kepada pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan sebaiknya diprioritaskan pada opsi endogenous growth strategy berbasis kepada industri inovasi kreatif.

“Inilah yang mungkin perlu kita dorong. Oleh sebab itu, semoga kita melahirkan gagasan dan masukan sehat untuk mendukung HKI kita,” pungkas Rameyo.

 

Editor: Telly Nathalia

Berita Terkait

Berita Terkini

Sandyakalaning Trah Cikeas

Bolehlah sementara Rakyat indonesia lanjutkan mimpi Moeldoko jadi orang nomor satu NKRI pasca pecundangi SBY. Diskursus Politik indonesia unpredictable (tak gampang ditebak) siapa tahu nama Moeldoko mecuat setelah Itu?

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...