5.9 C
Munich
Senin, Maret 8, 2021

Pemprov Sumut Maksimalkan Realisasi APBD Rp.5 T di Masa Covid-19

Must read

Propublik.id, Sumatera Utara-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan pembangunan sebagai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di masa pandemi Covid-19 di daerah ini, antara lain mengoptimalkan pelayanan berbasis daring.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumut Ismael Sinaga, usai mengikuti Pengarahan Pencapaian Target Realisasi APBD Tahun 2020 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual, Senin (8/10/2020).

Rapat koordinasi juga diikuti oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dari Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Sumatera Utara.

“Jadi kita memang harapkan pada masa pandemi ini, pemerintah baik itu provinsi maupun kabupaten/kota, mencari cara bagaimana supaya pendapatan daerah bisa  dimaksimalkan, antara lain dengan mengoptimalkan pelayanan atau pendapatan daerah berbasis daring,” kata Ismael.

Sementara dari sisi belanja daerah, kata Ismael, Gubernur memberi arahan agar kegiatan Pemprov Sumut di tahun 2020 dilakukan percepatan. Sehingga bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Sumut di kuartal III.

“Kita sedang mendorong supaya belanja terkait stimulus ekonomi dan kesehatan bisa dilakukan secara efektif, apakah itu melalui belanja yang dilakukan oleh OPD kita, maupun belanja tidak terduga dalam penanganan covid. Maka itu kita dorong terealisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Ismael.

Diinformasikan, realisasi APBD Sumut hingga Juli 2020 berada pada angka yang positif. Total pendapatan mencapai Rp5.706.306.661.542 atau 43,81% dan total belanja mencapai Rp4.477.277.638.345 atau 34,02%. Namun Ismael mengatakan ada kendala yang mempengaruhi realisasi APBD yakni pandemi Covid-19.

“Covid-19 itu berpengaruh dari sisi pendapatan, misalnya saja penerimaan kita itu kan dari SAMSAT. Pada awal pandemi ada SAMSAT di beberapa titik yang kurangi intensitasnya guna menghindari terjadi kerumunan, tapi saat adaptasi baru ini sudah kita mulai buka dengan protokol kesehatan,” kata Ismael.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, pemanfaatan teknologi informasi dalam pemungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Menurutnya hal tersebut bisa meningkatkan percepatan penyerapan pendapatan dan belanja daerah.

Selain itu ada beberapa strategi lain, diantaranya, melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang memperhatikan aspek legalitas, keadilan, kepentingan umum, karakteristik daerah dan kemampuan masyarakat. Melakukan koordinasi secara sinergis di bidang pendapatan daerah dengan pemerintah dan pemegang kebijakan terkait. Meningkatkan kinerja BUMD dalam upaya optimalisasi kontribusi.

Tito mengatakan pemenuhan target realisasi APBD dilakukan guna mendukung pemulihan ekonomi. Menurut Tito, belanja pemerintah daerah adalah salah satu sumber pemulihan ekonomi. “Jika uang tidak beredar ke masyarakat maka akan sulit mendukung pemulihan ekonomi,” kata Tito.

Editor: Iman More 

More articles

Latest article