31.7 C
Jakarta
Selasa, November 24, 2020

Pemuda Raja Ampat Minta Sinode GKI Tegur Oknum Pendeta Kampanye Di Gereja

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

ProPublik.id, Jakarta-Intelektual Muda Raja Ampat Paul Finsen Mayor, mendesak Pimpinan Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua untuk memberikan klarifikasi menyusul viralnya oknum pendeta yang diduga melakukan Kampanye di dalam Gereja dalam sebuah ibadah disalah satu Kampung di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

“Atasnama Masyarakat adat Raja Ampat, mendesak Pimpinan Sinode GKI di Tanah Papua untuk mengklarifikasi Pernyataan Oknum Pendeta yang melakukan tindakan ini dan lagi Viral dimedia sosial,” ucap Paul Finsen kepada ProPublik.id, Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Paul yang juga tokoh muda Papua itu menekankan sebenarnya pemangku agama yang notabene Pendeta untuk tidak melakukan kampanye didalam rumah-rumah ibadah apalagi dalam suasana peribadatan.

“Menurut Pandangan saya sebenarnya Para Pendeta jangan melakukan kampanye didalam gereja apalagi dalam suasana Ibadah, itu sangat merusak citra Gereja dan wibawa sebagai Hamba Tuhan. kedepan harus ada tindakan tegas dari Pimpinan Sinode Gereja kepada oknum-oknum pendeta seperti ini,” ungkapnya.

Paul Finsen yang pernah meraih Penghargaan dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat, menghimbau agar Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga bersikap netral, seperti arahan Bawaslu, KPU dan Kementerian Dalam Negeri pada pelaksanaan Pikada yang akan bertarung pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Jangan pergunakan aset-aset pemerintah seperti kendaraan laut maupun darat demi kepentingan salah satu calon kandidat, itu sangat salah dan merusak demokrasi di kabupaten Raja Ampat,” tuturnya.

Sebabnya selaku Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat itu mengajak kepada semua pihak untuk menjaga demokrasi di Raja Ampat tetap sehat dan dinamis dan Pilkada berjalan baik dan biarkan rakyat yang memilih sesuai keinginan hatinya.

“Tetapi juga jauhi tindakan anarkis dan penyalagunaan kewenangan yang akan berdampak perbuatan melawan hukum,” ucapnya.

Hal itu, menyimak proses pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Raja Ampat yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang. Maka, dia merasa penting, karena sebagai anak asli Raja Ampat dari Suku Betew, Kabupaten Raja Ampat agar pada Pilkada ini, keamanan didaerah itu tetap terjaga kondusif.

“Jangan sampai kita saling serang secara fisik, karena itu tidak dibenarkan. hal-hal seperti itu akan berakibat berurusan dengan penegak hukum. Seperti halnya dugaan penganiayaan di Kampung Atkari, Kepulauan Misol itu perbuatan yang akan berakibat hukum. Pasalnya, imbas dari hal ini, terjadi pembongkaran posko di Waisai. Hal-hal seperti ini harus dijauhi. Demokrasi yang sehat dan sejuk itu yang harus dijunjung tinggi bukan perlawanan fisik itu tidak benar dan berimplikasi hukum,” paparnya.

Paul Finsen juga meminta agar Bawaslu Raja Ampat untuk kerja lebih maksimal dan tegas dalam pengawasan Pilkada Raja Ampat, sebab sebagai anak-anak adat asli Raja Ampat, meminta untuk menjaga tanah dan wilayah Raja Ampat agar aman sehingga tidak terprovokasi dengan hasutan-hasutan orang-orang dari luar.

“Itu tanah adat mu, jaga dan lindungi selalu negerimu,” tandasnya.

Editor: Edho Gabe

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Realisasi Penerimaan Pajak Hingga Oktober Rp 991 triliun

  Propublik.id, Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparan terkait kondisi APBN Oktober 2020 menjelaskan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Oktober 2020 mencapai Rp 991 triliun. "Ini...

Adaptasi Baru Jadi Peluang untuk IKM Kosmetik

Propublik.id, Jakarta-Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menilai pandemi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru membawa perubahan pola hidup...