26.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 6, 2021

Penanganan Covid-19 Pengaruhi Rating Pemimpin Negara

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta-Penanganan pandemi Covid-19 ternyata mempengaruhi rating penerimaan publik terhadap pemimpin negaranya. Survei yang dilakukan Morning Consult Political Intelligence membuktikan hal itu.

Survei yang dilangsungkan mulai 27 Mei – 2 Juni 2020 tersebut merupakan kelanjutan dari survei yang sama pada Maret 2020 atas responden di 10 negara. Kesepuluh negara tersebut adalah Australia, India, Jepang, Inggris, Jerman, Perancis, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Brasil.

Hasilnya, opini publik terhadap pemimpin masing-masing mengalami pergeseran sesuai kemampuan negara menangani pandemi.

Rating penerimaan tertinggi diterima oleh Perdana Menteri India Narendra Modi yang mendapatkan persentase persetujuan hingga 82 persen. Angka ini meningkat 8% dibandingkan periode Maret 2020.

Sementara itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro mendapatkan rating terburuk. Hal ini dipengaruhi oleh penanganan pandemi corona yang buruk di negara tersebut. Peningkatan angka kematian akibat virus Covid-19 di negara tersebut telah melampaui 1.000 orang/hari. Pasien terkonfirmasi di Brasil menduduki peringkat kedua dunia. Alhasil, persentase penerimaan publik terhadap Presiden Bolsonaro tergerus 17 persen dibandingkan Maret 2020.

Opini negatif juga diterima Presiden Jepang Shinzo Abe. Dibandingkan bulan Maret, penerimaan publik Jepang atas Presiden Abe menurun sebesar 4%.

Dari sisi pergeseran opini publik terhadap pemimpin negara, perubahan positif terbesar dialami oleh Scott Morrison, Perdana Menteri Australia. Pada Maret, penerimaan publik Australia terhadap Morrison hanya berada di level 35%. Namun, berkat penanganan pandemi di Australia yang dinilai positif oleh warganya, rating penerimaan Morrison meningkat ke level 66% atau naik sebesar 31% dibandingkan periode Maret.

Berita Terkait

Berita Terkini

Sandyakalaning Trah Cikeas

Bolehlah sementara Rakyat indonesia lanjutkan mimpi Moeldoko jadi orang nomor satu NKRI pasca pecundangi SBY. Diskursus Politik indonesia unpredictable (tak gampang ditebak) siapa tahu nama Moeldoko mecuat setelah Itu?

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...