Benny Soetrisno, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan saat menjadi narasumber dalam diskusi media, Selasa (6/10/2020). Foto: Youtube/FMB9
Benny Soetrisno, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan saat menjadi narasumber dalam diskusi media, Selasa (6/10/2020). Foto: Youtube/FMB9

Pengusaha Minta Pemerintah Cegah Potensi Deflasi Spiral

 

Propublik.id, Jakarta-Pengusaha berharap pemerintah mencegah terjadinya deflasi spiral. Pasalnya, kondisi tersebut akan memperpanjang resesi yang bisa berujung pada depresi dan krisi ekonomi yang lebih dalam.

“Perlambatan (ekonomi) ini kalau dibiarkan ujung-ujungnya bisa terjadi depresi ekonomi,” kata Benny Soetrisno, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan dalam diskusi media secara daring, Selasa (6/10/2020).

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah berdampak pada sepinya transaksi ekonomi. Kondisi ini akan mendorong pedagang melakukan penurunan harga. Langkah ini selanjutnya akan mengakibatkan pendapatan usaha menurun, bahkan rugi.

Potensi berikut adalah terjadinya PHK massal yang berujung tingginya angka pengangguran. Angka pengangguran yang tinggi akan berimbas pada pelemahan daya beli masyarakat. Ujungnya kembali pada sepinya transaksi ekonomi. Siklus inilah yang disebut deflasi spiral.

Mewakili dunia usaha, Benny menjelaskan bahwa bila situasi ini berkepanjangan maka dampaknya akan meluas pada dunia usaha, seperti pendapatan menurun, kerugian hingga penutupan usaha. Lembaga keuangan pun akan mengalami imbasnya yaitu terjadinya kredit macet. Selain itu, efek ke pemerintahnya adalah penurunan penerimaan dari sektor pajak yang bisa berimbas pada realisasi target pembangunan pemerintah.

“Potensi deflasi secara spiral sudah terlihat karena sejak Kuartal I 2020 pertumbuhan di sektor industri dan perdagangan sudah turun,” kata Benny.

Ada beberapa poin yang direkomendasikan Benny agar Indonesia bisa keluar dari kondisi saat ini. Hal terpenting menurut dia adalah mendorong investasi ke sektor industri dan perdagangan. Salah satunya melalui perbaikan iklim ketenagakerjaan yang ramah investasi. Hal itu bisa direalisasikan melalui pengesahan RUU Cipta Kerja.

Hal berikut adalah perbaikan sistem Online Single Submission (OSS). Menurut dia, percepatan integrasi sistem OSS hingga ke semua daerah dan instansi terkait sangat penting untuk mendukung masuknya investasi.

Baca Juga :  Teten Masduki: UMKM Adalah Penerima Manfaat Pertama dari UU Cipta Kerja

“Kecenderungannya orang yang mau melakukan investasi agak enggan. Dari dalam (negeri) saja sulit apalagi dari luar,” tandas Benny.

Benny menyatakan dunia usaha masih cukup optimis dengan potensi pemulihan ekonomi nasional. Namun dia juga mengingatkan pemerintah terkait daya tahan sektor UMKM. Menurut dia, kebanyakan UMKM tidak memiliki ketahanan sebagaimana usaha skala besar.

Salah satu catatan yang disebutkan Benny adalah soal bantuan modal kerja. Proses dan prosedur yang diberikan pemerintah sudah tidak asing bagi perusahaan besar. Namun, bagi UMKM prosesnya perlu disederhanakan untuk mempermudah akses terhadap bantuan pemerintah.

Editor: Dwi Christianto

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa komentarmu?