26.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 6, 2021

Peran KUA Melayani Pernikahan Di Masa Pandemi Covid-19

Terpopuler

Kejati Riau Tindak 11 Pelanggar PSBB, Mia: Siap Terapkan New Normal

Kejati Riau telah menindak 11 pelangar PSBB di wilayah hukumnya, dengan tuntutan yang disesuaikan dengan kapasitas perbuatan dari para terdakwa sebagai efek jera bagi masyarakat.

Kades Plosokerep Akui Warganya Terpapar Covid-19

Kepala Desa Plosokerep, tidak menyangka warganya yang bekerja di Surabaya sebagai pedagang sayur terpapar virus corona hingga menular ke istrinya yang lebih dulu memiliki riwayat sakit.

Ibu dan Calon Bayi Meninggal Di Rumah Sakit Swasta Daerah Tomohon

Seorang ibu muda bernama Melvin Amelia Suak, warga Desa Wolaang, Tomohon, merenggang nyawa bersama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kejadian itu terjadi di Rumah Sakit GMIM Bethesda, di daerah tersebut.

Sesuai Arahan Jaksa Agung, Kajati Pabar Siap Kawal Bansos Covid-19

Sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin, Kepala Kejati Papua Barat meminta kepada jajarannya untuk mengawal dana bansos terkait Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Propublik.id, Jakarta – Suka duka penghulu dalam melayani masyarakat pada masa pandemi Covid-19, intinya menjalani ibadah khususnya melayani masyarakat dalam proses pernikahan.

“Kita dilakukan dengan ketulusan dan keikhlasan untuk melayani sekalipun tidak pernah mengenal hari libur atau waktu sebagainya. Kami layani seperti itu,” ujar Pahrulraji, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan saat ditemui tengah melakukan prosesi pernikahan di Musholah Kantor KUA Kecamatan Pancoran, Jakarta, Jum’at (28/8/2020).

Dalam keterangannya kepada Propublik.id, memberikan apresiasi kepada masyarakat yang akan melaksanakan pelayanan pernikahan. Namun menurut pengakuannya merasa was – was dengan kehadiran calon pengantin beserta rombongannya karena memiliki kompleksitas yang tinggi dari suku mana atau dari daerah mana apakah dari zona merah atau zona kuning.

“Semuanya ada dari situ, kumpul sebagaimana arahan dari pemerintah di suasana-suasana pandemi ini untuk bisa dilangsungkan di kantor KUA, kenapa tidak di masyarakat saja, yang telah ditentukan oleh masyarakat baik digedung maupun di mana saja,” imbuhnya.

Niat penghulu kemungkinan untuk mengantisipasi dalam rangka memutus mata rantai Covid-19. Namun baginya bisa menjadi dilematis karena kumpul semua bahkan tidak bisa diketahui yang datang ini orang OTG atau bukan.

“Kita tidak tahu maka kami antisipasi dalam hal ini menyesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19 dengan beberapa unsur. Adakalanya kita terkendala kadang – kadang kelupaan,” terangnya.

Lanjut Pahrul, arahannya selalu disampaikan kepada masyarakat untuk menggunakan hal – hal yang diperlukan APDnya, face shild-nya, maskernya termasuk sarung tangannya.

“Kadang masyarakat seperti itu tidak bawa meskipun dari pihak KUA menyediakan kita cepet habis juga. karena itulah kita terkendala seperti itu pula,” tandasnya.

Kendati telah mengantisipasi seperti itu katanya, walaupun sudah diatur yang datang sekian tetap saja datang bahkan melebihi kapasitas.

“Namanya juga orang pengen datang kemudian sekali dalam perjalanan hidup keluarga pengen datang, dicegah ya terpaksa melebihi kapasitas,” pungkasnya.

Editor: Dwi Christianto

Berita Terkait

Tinggalkan pesan anda

Ketik komentar anda
Masukan nama anda

Berita Terkini

Sandyakalaning Trah Cikeas

Bolehlah sementara Rakyat indonesia lanjutkan mimpi Moeldoko jadi orang nomor satu NKRI pasca pecundangi SBY. Diskursus Politik indonesia unpredictable (tak gampang ditebak) siapa tahu nama Moeldoko mecuat setelah Itu?

Jasa Marga Percepat Waktu Penyelesaian Pekarjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir

Propublik.id, Bekasi, Jabar – Untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan khususnya di Jalan Tol Ruas Jakarta - Cikampek, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) percepat...